Thursday, 23 November 2017

Menikmati Masa Pensiun Tanpa Stres

Menikmati Masa Pensiun Tanpa Stres

 Jakarta, Swamedium.com – Menjadi tua itu pasti. Tetapi, menikmati masa tua yang tenteram dan bahagia, tidak semua orang bisa. Salah satu faktor untuk menunjang kehidupan yang tenang dan bahagia, tanpa stres di usia pensiun adalah punya tabungan yang cukup. Bayangkan bila pensiun tidak memiliki tabungan dan hanya berharap mendapatkan transfer dari anak-anak, tentu ini membuat perasaan kurang tenang. Benar, uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi bisa menunjang kita untuk bahagia.

Agama Islam juga mengajarkan kita untuk menabung dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Persiapkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara.

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah bersabda:

إِغْتَنِمْ خَمْساًَ قًبْلَ خَمْسٍِ : حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ

”Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu” [HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi].

Hadits ini memberikan nasihat yang berharga bagi umatnya. Banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, sehingga hidupnya tanpa arah dan masa depannya suram. Salah satunya, masalah mengelola keuangannya. Saat berpunya atau berpenghasilan, dia boros sehingga lupa mempersiapkan kebutuhan finansial di hari tua.

Padahal, Islam melarang umatnya untuk hidup boros. Setelah sebagian penghasilan untuk zakat, sedekah dan konsumsi, seharusnya ada yang disisihkan untuk tabungan hari tua. Dengan penghasilan yang terbatas, selain menabung, kita juga perlu berinvestasi.

Jangan menunda investasi jika ingin hidupnya berkecukupan. Selain itu, kita juga harus bisa membedakan antara kebutuhan (need) dengan keinginan (want) agar penghasilan tidak hanya habis untuk keperluan konsumsi dan kemewahan. Banyak orang baru menyadari pentingnya berinvestasi saat usia sudah memasuki kepala 4 alias 40 tahun keatas. Sebagian orang merasa terlambat berinvestasi saat sudah berada di usia tersebut.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)