Thursday, 25 May 2017

Ahli Bahasa: Kalimat Ahok Tegaskan Surat Al Maidah 51 Sebagai Alat Kebohongan

Ahli Bahasa: Kalimat Ahok Tegaskan Surat Al Maidah 51 Sebagai Alat Kebohongan

Foto: Ahli bahasa Rahayi mengatakan kalimat ahok menegaskan Al Aaidah 51 sebagai alat kebohongan. (Yoga/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com– Persidangan ke-15 kasus penistaan agama kembali digelar pada Selasa (21/3) dengan agenda mendengarkan keterangan 3 Ahli yang dihadirkan oleh Tim Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketiga Ahli yang akan diperiksa tersebut di antaranya KH Ahmad Ishomuddin sebagai Ahli Agama Islam yang juga Rais Syuriah PBNU Jakarta serta Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan, Lampung.

Selain itu, Prof. Dr. Rahayu Surtiati juga dihadirkan sebagai Ahli Bahasa. Sementara Dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, C. Djisman Samosir, SH, MH, dihadirkan sebagai Ahli Hukum Pidana.

Prof. Rahayu adalah ahli pertama yang diperiksa dalam persidangan kelimabelas ini. Guru Besar Linguistik dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Depok ini memberikan keterangan dalam kaitan keahliannya untuk menjelaskan maksud yang terkandung dalam perkataan Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 silam.

Dalam persidangan, Ahli menerangkan bahwa maksud dibohongi pakai Surat Al Maidah 51 adalah bahwa Surat Al Maidah 51 dijadikan sebagai alat kebohongan. Adapun terkait kata “dibodohin” dan “dibohongi”, menurutnya kedua kata tersebut mempunyai arti yang sama.

Tim Advokasi GNPF MUI Nasrulloh Nasution, yang turut menyaksikan jalannya persidangan menyatakan bahwa keterangan Ahli yang menyatakan Surat Al Maidah 51 sebagai alat kebohongan bersesuaian dengan keterangan-keterangan Ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Pada persidangan sebelumnya, ahli pidana dan ahli agama Islam yang dihadirkan Jaksa menjelaskan bahwa makna dibohongi Surat Al Maidah 51 berarti Surat Al Maidah 51 dijadikan alat kebohongan dan ulama yang menyampaikan Surat Al Maidah 51 sebagai orang yang berbohong.

Ahli juga menjelaskan bahwa arti kata “orang” dalam kalimat dibodohin pakai surat Al Maidah 51 adalah ungkapan yang bermakna umum, tidak hanya bermakna elit politik. Artinya, bisa juga bermakna ulama sebagai orang yang menyampaikan Surat Al Maidah 51.

“Keterangan Ahli Bahasa ini sudah sesuai dengan keterangan ahli-ahli JPU, menguatkan fakta bahwa selain mengatakan Surat Al Maidah 51 sebagai alat kebohongan, Ahli juga mengatakan bahwa orang yang menyampaikan Surat Al Maidah 51 sebagai orang yang menyebarkan kebohongan”, tuturnya.

Koordinator Persidangan Tim Advokasi GNPF MUI ini mengatakan bahwa Ahli Bahasa yang dihadirkan Tim Kuasa Hukum Ahok ini juga menguatkan unsur niat Ahok untuk menista agama Islam.

Menurutnya, Ahli sudah menyimpulkan bahwa perkataan Ahok di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surat Al Maidah 51 merupakan hasil pengalaman Ahok dari kegagalannya bertarung di Pilgub Bangka Belitung tahun 2017.

Ahok menuduh kegagalannya dalam pilgub tersebut akibat adanya selebaran yang beredar yang menyeru agar tidak memilih pemimpin non muslim sebagaimana dinyatakan dalam Al quran Surat Al Maidah 51.

Lebih lanjut menurut Nasrulloh, Ahli Bahasa menerangkan bahwa tidak ada ruang hampa dalam pikiran dan setiap perkataan tidak dapat berdiri sendiri dan selalu berhubungan dengan perkataan sebelumnya.

Makanya, pengalaman kegagalan Ahok di pilgub Bangka Belitung 2007 akibat Surat Al Maidah 51 menjadi pengalaman buruk yang kemudian dituangkan dalam bukunya dan disampaikanya dalam pidato di Balai Kota dan di partai Nasdem, ujarnya.

“Pengalaman buruk Ahok dengan Surat Al Maidah 51 adalah bukti penguat adanya unsur niat menista agama Islam”, tutupnya. (gnpf/ls)

Related posts

Leave a Reply

21 Comments

  1. ivan

    Kasus Ahok terlalu dibesar-besarkan, tujuannya hanya 1 agar Ahok tidak lagi menjabat sebagai Gubernur Jakarta, banyak orang yang jelas-jelas menghina dan menista Agama Islam, tapi tak ada yang ribut, jadi jelas kasus Ahok sudah dipolitisasi

    Reply
    1. Masganteng

      Halah mas Yg namanya menghina agama apapun sudah ad undang2 yg melarangnya…

      Justru sidang yg bertele2 ini yg dipolitisasi sm ahok,biar bebas…
      Ketahuan ahok yg takut sm penjara…

      Reply
    2. Mas_ganteng

      Halah mas Yg namanya menghina agama apapun sudah ad undang2 yg melarangnya…

      Justru sidang yg bertele2 ini yg dipolitisasi sm ahok,biar bebas…
      Ketahuan ahok yg takut sm penjara…

      Reply
    3. Abu Agiel

      Terima kasih Bro Ivan yang sudah setuju kalo Ahok menista agama Islam, sebenarnya kami tidak membesar-besarkan kasus ini, cuma karena yang dinistakan adalah agama yang terbesar di negeri kami, maka efek nya pun besar.

      Reply
    4. Rudi

      Saya setuju dengan Pak Ivan, kasus ini sudah dipolitisasi oleh orang-orang yang tidak menginginkan pak Ahok untuk jadi Gubernur…kasihan orang-orang yang tidak mengerti politik..mau saja di drive sama mereka..

      Reply
  2. Raden ilham nurjaman

    hallo bro ivan… apa kabar bro?? semoga sehat selalu….
    menilik kasus yg anda cantumkan dlm komentar, harusnya anda kaji ulang kalimat “kasus ahok dipolitisasi”, bukanya dia lah yang membawa urusan agama ke politik dalam pidatonya yg di kasuskan???
    bagi kami jelas dia tidak berhak sedikitpun mengartikan, menyimpulkan apalagi mengutip ayat dari kitab suci kami..karna kami dan dia beda keyakinan…lain cerita jika dia mengutip dari kitab suci yg dia yakini…

    Reply
  3. bayu

    semoga dgn usaha keras ingin menang dan sampai menjatuhkan agama lain dalam pidato itu menjadi cerminan bagi kita. kebaikan akan di raih dgn cara yg baik. jika cara yg jelas salah saja banyak yg mendukung dgn segala cara dihalalkan… tinggal kita pribadi pasti tau ada apa di balik itu semua..

    Reply
  4. Jabar

    Apakah ahok tidak yakin dengan agamanya sendiri? Mengapa selalu membawa bawa agama islam, baik penhgajian, memberangkatkan umroh, santri kehormatan..
    Silahkan selain agama islam untuk memilih ahok..
    Tapi biarkan orang islam memilih pemompinya dan janagn di politisasi.

    Reply
    1. Rudi

      Ahok itu bijaksana, sehingga dia mengatakan tidak hanya dari agama nya sendiri…koq kaya gitu diributin sih? kan bagus pemimpin seperti dia?

      Reply
  5. Rudi

    loh..memang nya kalian mengerti tentang tata cara bahasa? Bahasa kalian saja tidak mencerminkan tata bahasa yang baik, koq bisa-bisanya menilai Ahok yang menistakan kalimat al maidah?

    Reply
  6. Vincentiius

    Pak Ahok tidak pernah menyinggung tentang kampanye..dia bukan kampanye di pulau seribu..itu memang fakta…ini web apaan sih? koq katanya fakta..tapi malah memberitakan bukan fakta..

    Reply
    1. Raden ilham nurjaman

      silahkan tonton kembali video nya, kalo anda masih bilang itu tidak ada unsur kampanye, anda lebih baik diam.

      Reply
  7. onelz

    Hi Ivan..
    Saya kira anda perlu berfikir dulu sebelum bicara…
    Sudah jelas ahok itu penista dengan berbagai saksi ahli yang didatangkan semua dominan menyatakan bahwa ini tindak pidana penistaan..
    Nah sebenar nya yang membuat sidang ini bertele-tele justru adalah majlis Hakim..
    Ada apa sebenarnya kenapa seakan-akan dipermainkan… Putusannya..

    Reply
  8. Fajar Januar

    Hehehe,,
    Bro ivan, vincentius, rudi,, baiknya ente semua update berita lg (atau emang kerjaan nya bikin ribet),, politisasi agama,, ahok yg mulai dgn bahasa yg dikeluarkan,,
    Ga usah lah berdebat disini ttg bahasa,, krn dah terlalu sering,, ane yakin ente2 update kok..
    Dan emang butuh pencerahan,, nyok,, kita ngobrol2,, mau dimana dan kapan,, capek kl disini bro,, pegel ngetik
    Ditunggu ya bray,, jgn cuman ngebacot di sinia tau medsos

    Reply
  9. ujang iman

    dukung-sih dukung mas….,tapi gak usah membabibuta.udah jelas2 datang ke pulau seribu untuk masalah budidaya ikan kerapu…ehh bawa2 almaidah

    Reply
  10. abahnya umar

    ahox..
    semoga Alloh subhanahu hinakan dia serendah-rendahnya..
    untuk anda umat Islam para penikmat uang haram, semoga Alloh subhanahu wa ta’ala memberikan anda hidayah dan kembali kepada Islam..
    untuk anda yang Non Muslim, saatnya kehinaan akan tiba..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *