Saturday, 23 September 2017

Kenapa Sih Bisa Mimisan?

Kenapa Sih Bisa Mimisan?

Ilustrasi

Photo Credit To mimisan.org

PERTANYAAN PEMBACA:

Dokter, anak saya yang besar (11 tahun) kemarin mimisan, selang 2 minggu, anak saya yang kecil (4tahun) juga mimisan.
Mau tanya dok, penyebab mimisan itu apa? Lalu, pada tahap apa kami harus periksakan ke dokter?

Terima kasih.
Rusdiyanto, Magelang

JAWABAN:

Assalamu’alaikum wr wb,
Menjawab pertanyaan Mas Rusdiyanto (Magelang) tentang MIMISAN pada anak 11 tahun dan 4 tahun.

Mimisan atau dalam bahasa kedokteran lebih dikenal dengan Epistaksis, adalah perdarahan yang keluar dari lubang hidung, rongga hidung atau bahkan juga bisa keluar dari rongga mulut. Mimisan bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu kelainan yang hampir 90% dapat berhenti sendiri.
Mimisan terbanyak dijumpai pada usia 2-10 tahun dan 50-80 tahun, sering dijumpai pada musim dingin dan kering. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara laki-laki dan perempuan.

Berdasarkan lokasinya Mimisan dibagi menjadi:

  1. Mimisan Bagian Anterior (depan) biasanya darah keluar dari lubang hidung; paling sering dijumpai terutama pada anak – anak dan biasanya dapat berhenti sendiri. Daerah ini terbuka terhadap efek pengeringan udara pernapasan dan trauma/rudapaksa.
  2. Mimisan Bagian Posterior (belakang) biasanya terjadi perdarahan hebat dari lubang hidung maupun rongga mulut dan jarang berhenti dengan sendirinya; sering dijumpai pada orang tua terutama yang mempunyai riwayat Penyakit Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) ataupun Arteriosklerosis (berkurangnya elastisitas pembuluh darah besar akibat penebalan dinding pembuluh darah)

Apa Penyebab Mimisan?
Perdarahan rongga hidung berasal dari pembuluh-pembuluh darah kecil yang memperdarahi bagian rongga hidung. Secara umum, penyebab mimisan dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor lokal di hidung dan masalah sistemik (berkaitan dengan seluruh tubuh atau penyakit lain).

 

Faktor sistemik penyebab mimisan yang berkaitan yaitu:

  1. Kelainan pembekuan darah, contohnya pasien hemofilia (darah sukar membeku)
  2. Kelainan pembekuan darah akibat penyakit hati dan ginjal
  3. Penggunaan obat anti pembekuan darah
  4. Kelainan jantung serta alirannya, contohnya tekanan darah tinggi
  5. Infeksi yang melibatkan seluruh tubuh contohnya demam berdarah
  6. Kelainan hormon
  7. Kanker darah atau leukemia

Pada kelainan sistemik, selain mimisan akan ditemukan gejala gejala lain yang berhubungan dengan penyakit yang diderita seperti pada pasien hemofilia. Hemofilia merupakan keadaan dimana darah sukar membeku sehingga gejala atau tanda lain yang dapat ditemukan, yaitu luka yang sukar sembuh atau perdarahan di luka yang tidak cepat berhenti. Gejala atau tanda yang terjadi bergantung kelainan atau penyakit yang mendasari timbulnya mimisan tersebut.

Bagaimana Penanganan Mimisan?
Penanganan yang dapat dilakukan, yaitu:
  1. Tenang, duduk dan segera hentikan perdarahan, dapat dilakukan dengan menjepit hidung menggunakan jempol dan jari telunjuk dengan satu tangan pada bagian hidung yang lunak selama 10-15 menit. Selama hidung ditutup, bernapas tenang dan rileks melalui mulut.
  2. Posisi badan agak menunduk ke depan. Tidak disarankan menengadahkan kepala atau berbaring ketika sedang mimisan (kecuali tenaga medis atau dokter dengan pertimbangan tertentu). Hal tersebut agar tidak terjadi masuknya darah ke saluran pernapasan. Jika darah masuk ke dalam saluran pernapasan dikhawatirkan akan memberikan dampak yang serius seperti infeksi jalan napas, iritasi jalan napas atau tersumbatnya jalan napas.
  3. Pastikan waktu yang cukup dalam menghentikan perdarahan (10-15 menit), jika sudah cukup, cek apakah masih berdarah atau tidak.
Kapan Mencari Bantuan Ke Dokter ?
  1. Perdarahan tidak berhenti setelah 20 menit
  2. Perdarahan dari rongga hidung setelah cedera kepala
  3. Cedera pada hidung
  4. Mimisan berulang dalam 1 hari
  5. Mimisan tidak berkaitan dengan iritasi ringan atau cedera ringan.
Demikian jawaban dari kami
Wassalam,
-dr Didid Winnetouw-

Related posts