Saturday, 23 September 2017

Mau Membeli Tanah, Perlu Dokumen Apa Saja Sih?

Mau Membeli Tanah, Perlu Dokumen Apa Saja Sih?

PERTANYAAN PEMBACA:

Selamat siang pak, mau tanya, saya rencana mau membeli tanah di wilayah bogor, untuk surat suratnya apa saja yang perlu saya perhatikan. Dan modus modus apa yang harus saya hindari.

Terima kasih pak.
Fitranda – Jakarta

JAWABAN:

Assalamualaykum w.w.
Terlebih dahulu menyampaikan maaf karena terlambat menjawab email dari Bapak/ Ibu Fitranda.

Sehubungan dengan rencana pembelian tanah tersebut, dimana dalam email Bapak/ Ibu Fitranda tidak disebutkan bukti kepemilikannya, apakah sudah Sertipikat atau masih berupa Girik/ Letter C, maka yang dapat kami sampaikan adalah hal-hal sebagai berikut:

1. Bukti Kepemilkan hak atas tanah berupa Sertipikat.

Hal-hal yang harus diperhatikan dan dilakukan adalah;

  • Sertipikat terlebih dahulu dilakukan pengecekan (dalam hal ini diserahkan kepada PPAT).
  • Dipastikan yang menjual adalah yang berhak, hal ini dapat dilihat dari identitas dan kapasitas Penjual.
  • Penjual dapat bertindak sendiri dan atau memerlukan persetujuan dari pihak lain (seperti suami atau isteri atau saudara lainnya) yang merupakan ahli waris.
  • Untuk butir b dan c, biasanya dilakukan pengecekan oleh PPAT yang akan membuat AJB.
  • Sebelum transaksi jual beli perlu diperhatikan juga, mengenai kewajiban membayar tunggakan Pajak Bumi Bangunan (PBB), begitu juga sudah harus ditentukan siapa yang menanggung dan membayar Pajak Penjual dan Pajak Pembeli, termasuk dengan biaya AJB dan biaya Baliknama agar pada saat penandatanganan AJB tidak terjadi lempar tanggung jawab, yang mengakibatkan tidak jadi ditandatanganinya AJB.
  • Dokumen lain yang diperlukan adalah;

– Penjual: KTP (suami Isteri), Kartu Keluarga, Surat Nikah, NPWP, PBB tahun terakhir, IMB (jika ada).
– Pembeli: KTP, NPWP, Kartu Keluarga

2. Bukti kepemilikan atau alas hak atas tanah masih berupa Girik.

Maka diperlukan tambahan sebagai berikut:
Penjual: Surat Riwayat Tanah, Surat Keterangan Tidak Sengketa, Girik Cap Basah.
Perlu dilakukan pengukuran terlebih dahulu, dimana petugas ukur adalah petugas ukur yang diminta dari Kantor Pertanahan.
Khusus apabila tanah yang akan dijual adalah tanah waris (bersama) maka diperlukan surat keterangan waris, sehingga dalam AJB nantinya ahli waris bersama-sama bertindak sebagai Penjual.

 

Demikian sedikit gambaran yang dapat saya sampaikan.
Terakhir; Jangan sekali-sekali membeli tanah hanya dengan kwitansi, meskipun Sertipikat sudah diserahkan kepada Pembeli, karena kwitansi bukan merupakan bukti peralihan yang berlaku untuk membalik namakan Sertipikat.

Lebih kurang mohon maaf, semoga bisa bermanfaat.

Wassalamualaykum w,w.

Zulhendrif A. Roesad Bandaro Labiah, SH. SpN

Pesan: Semua penandatanganan oleh Penjual dan Pembeli HARUS DIHADAPAN PPAT, jangan sekali-sekali AJB dibawa oleh orang lain untuk ditandatangani.

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)