Adik Alm Uje Ingatkan Majelis Hakim Potensi “Pengadilan Jalanan” Buat Ahok

Adik Alm Uje Ingatkan Majelis Hakim Potensi “Pengadilan Jalanan” Buat Ahok

Foto: Massa aksi kawal sidang Ahok. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama dituntut hukuman satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang ke 19 di Auditorium Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Kamis (20/4).

Adik almarhum Ustad Jeffri Al Buchori (Uje), Fajar Sidik mengaku kecewa dengan tuntutan yang diajukan JPU tersebut. Dia menilai campur tangan kekuasaan sangat kentara dalam persidangan Basuki tersebut.

“Campur tangan kekuasaan begitu kuat. Ini sejarah baru. Karena sejak republik ini berdiri, belum pernah ada JPU menuntut hukuman percobaan kepada terdakwa penodaan agama,” kata Sidik saat dihubungi, Kamis (20/4) seperti dilansir tribunislam.

Sidik yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta ini merupakan orang pertama yang melaporkan kasus Al Maidah 51 ke Mabes Polri pada Kamis 6 Oktober 2016.

“Saya adalah orang pertama melaporkan kasus ini. Tapi waktu itu ditolak Bareskrim Mabes Polri dengan alasan saya tidak bawa fatwa MUI,” ungkapnya.

Sidik menambahkan, JPU seharusnya mempertimbangkan sederet ulah Ahok yang kerap membawa-bawa surat Al Maidah 51, sehingga tidak hanya mengajukan hukuman percobaan.

“Salah satunya yang bisa menjadi masukan JPU adalah pelaporan atas dugaan penodaan agama saat Basuki menyinggung WiFi dengan username Al Maidah 51 dan password kafir,” jelas Sidik.

Ia juga mengingatkan kepada majelis hakim agar bisa mendahulukan rasa keadilan pada masyarakat khususnya umat Islam, karena ia mengkhawatirkan adanya potensi pengadilan jalanan buat Ahok.

“Umat Islam bisa marah dengan menggelar pengadilan jalanan apabila jaksa dan hakim bermain-main dalam kasus Ahok,” tegas Sidik. (*/ls)

loading...
loading...
Share this to

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *