Pengacara Buni Yani: JPU Kasus Ahok Pakai Logika “Ngawur”

Pengacara Buni Yani: JPU Kasus Ahok Pakai Logika “Ngawur”

Foto: Buni Yani disidang untuk kasus unggahan video pidato Ahok yang menyinggung Al-Maidah 51. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, memprotes keras nama kliennya, Buni Yani, disebut dalam pertimbangan tuntutan yang dibacakan ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono, terhadap terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama.

Menurut dia, dugaan JPU terhadap peranan Buni Yani sebagai penyebar keresahan masyarakat atas video yang diunggahnya adalah kekeliruan.

Aldwin mengatakan, penyebutan nama Buni Yani oleh JPU sebagai ‘ulah’ baru JPU selain bukti ketidakprofesionalan mereka setelah sebelumnya meminta penundaan pembacaan tuntutan dengan alasan belum selesainya pengetikan.

“Saya tidak mengerti logika ngawur apa yang dipakai JPU ini. Malah menyalahkan orang lain dalam persidangan pembacaan tuntutan untuk orang yang didakwanya,” ujar Aldwin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/4).

“Tuduhan jaksa tidak punya dasar yang jelas. Buni Yani tidak pernah melaporkan Ahok, dan secara sepihak video yang diunggah Buni Yani melalui akun facebooknya dijadikan sebagai dasar laporan,” imbuhnya.

Suami Senator Jakarta Fahira Idris ini, juga mengatakan, dalam proses persidangan Ahok, Buni Yani tidak pernah dimintai kesaksian, dan sampai saat ini belum diadili.

“Jadi atas dasar apa Jaksa menuduh dan menyebut nama Buni Yani. Kalau melihat performa JPU seperti ini, jangan salahkan kalau rakyat tidak percaya lagi dengan institusi Kejaksaan,” tegas Aldwin.

Menurut dia, masuknya nama Buni Yani dalam persidangan ini, seolah-olah secara tidak langsung JPU ingin mengatakan bahwa kasus Ahok tidak perlu masuk ke proses hukum.

“Jadi saya melihat seolah olah JPU ingin mengatakan bahwa kejadian di Kepulauan Seribu tidak perlu proses hukum jika Buni Yani tidak mengunggah potongan pidato Ahok,” tandas Aldwin yang pernah maju sebagai Cawabup pada Pilkada Cianjur 2015.

Terkait dengan tuntutan JPU kepada Ahok, dirinya tidak merasa heran. Dia juga mengatakan, masyarakat tidak perlu bingung dengan tuntutan JPU karena JPU sudah kehilangan profesionalitas dan tidak memedulikan rasa keadilan bagi masyarakat. (*/ls)

loading...
loading...
Share this to

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *