Friday, 21 July 2017

Tak Penuhi Janji, MUI Minta Kemenag Selidiki Bisnis First Travel

Tak Penuhi Janji, MUI Minta Kemenag Selidiki Bisnis First Travel

Jakarta, Swamedium.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Kementerian Agama segera merespons keluhan masyarakat terkait pelayanan biro perjalanan haji dan umrah PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel). Kemenag diminta harus segera melakukan investigasi untuk mencari masalahnya dan segera mengambil tindakan yang diperlukan.

“Saya menengarai ada ketidakberesan First Travel dalam mengelola manajemen bisnisnya,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi, Jumat (21/4).

Menurut dia, tindakan cepat sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk timbulnya kerugian dari pihak jamaah. “Tindakan tegas juga diperlukan jika ternyata ditemukan ada unsur penyalahgunaan dan kesalahan dalam mengelola manajemennya,” kata Zainut.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah calon jamaah umrah First Travel menyambangi kantor perusahaan tersebut di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta. Mereka protes karena tidak kunjung mendapat jadwal keberangkatan pasti, padahal mereka telah membayar lunas sejak tahun lalu.

Hingga kini, pihak First Travel belum memberikan keterangan resmi terkait protes yang dilayangkan calon jamaahnya. “Nanti saja saya keluarkan (pernyataan) resmi,” ujar Direktur Umum First Travel Andika Surachman saat dikonfirmasi Republika.co.id.

Belum lama ini, ratusan calon jamaan umrah First Travel tertunda keberangkatannya dan terpaksa menginap di hotel area Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Penundaan tersebut terjadi lantaran visa umrah para calon jamaah belum keluar.

Penundaan dan ketidak pastian pemberangkatan calon jamaah umrah First Travel kembali terjadi. Salah satu calon jamaah umrah dari Surabaya yang mengalami penundaan keberangkatan itu adalah Ilham Akbar Putra Sasongko. Dia mengaku, dari Januari 2016, beserta keluar secara berulang terus menerus mengalami penundaan, dan hingga kini belum juga diberangkatkan.

“Saya daftar oktober 2015, beserta tiga orang anggota keluarga lain. Saya ambil yang harga Rp 18,5 juta per orang, dan sudah lunas pada Januari 2016. Pada saat itu, kami dijanjikan bisa berangkat pada Juli 2016,” kata dia.

Sasongko mengatakan, dia beserta keluarga mendaftar pada salah satu perwakilan First Travel di Surabaya. Menjelang Juli 2016, Sasongko tidak mendapatkan kabar sama sekali dari pihak First Travel. Setelah dikonfirmasi, dia beserta keluarga belum bisa berangkat dikarenakan ada beberapa permasalahan teknis. Jadwal keberangkatan tertunda terus hingga saat ini dan dijanjikan lagi bakal berangkat 25 April. (republika.co.id)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *