Thursday, 24 August 2017

Ridwan Kamil Antara Blunder dan ‘Kuwalat’

Ridwan Kamil Antara Blunder dan ‘Kuwalat’

Oleh; Tengku Zulkifli Usman

Jakarta, Swamedium.com – Blunder Ridwan Kamil (RK) dalam Pilkada Jawa Barat (Jabar) kali ini memang luar biasa. Ini semua berawal dari langkahnya menerima pinangan Nasdem di pagi buta. Nasdem untung, Ridwan Kamil buntung. Dari sisi apapun, Ridwan Kamil gak ada untungnya sama sekali.

Politik itu timing. Salah momentum, anda pasti turun. Salah timing, anda terguling. Gara gara Nasdem, akhirnya Ridwan Kamil kena getah isu SARA. Gak main main, rangking dua setelah Ahok. Nasdem curi start, RK yang sekarat. Alih alih partai lain merapat, justru semua pada menjauh ke darat, kecuali partai pelindung terdakwa di kursi pesakitan blok medan merdeka barat.

Ridwan Kamil mulai takut digoyang isu SARA, ketar ketir juga akhirnya setelah sebelumnya sempat ‘jumawa.’ Partai Golkar saja sudah mulai hitung ulang, sepertinya mau buat poros baru non Ridwan Kamil, takut kena efek nya. PDIP dan Hanura atau PPP lalu PKB bisa saja merapat, tapi Insha Allah akan tewas di tangan umat.

Ibarat buah simalakama, banyak partai pada galau karena risiko dukung RK kali ini adalah berhadapan dengan umat, bukan hanya lawan partai saja. Gayung bersambut, gara gara deklarasi Nasdem di pagi buta itu, umat akhirnya angkat bicara. RK disejajarkan dengan si penista. Tanpa basa basi, RK harus siap masuk peti.

Mau gak mau, isu SARA sudah mutlak membelit RK, ditambah dengan semangat umat memenjarakan penista di balai kota. RK kena efek langsung tanpa ampun, maka semua partai koalisi PDIP saat ini sedang linglung berhitung.

Di DKI dulu kita sudah ingatkan Mega, asal jangan Ahok, tapi ngotot, ya udah kita fight, akhirnya umat menentukan hukuman. Jangan suka ngeyel sama umat Islam, jangan kan tokoh politik, pabrik roti dan mie burung dara saja di sikat.

Kalau sudah bicara martabat dan anda berani menyentuh otak kanan nya umat, maka siap siap tamat. Gak ada tokoh anti islam setelah ahok yang berani muncul, kecuali dia akan berakhir di kursi pesakitan atau harus mengucapkan permintaan maaf.

Makanya, langkah Ridwan Kamil menerima nasdem sebagai kendaraan, yang hanya punya 5 kursi di jabar, adalah rahasia Tuhan. Ini bukan kebetulan. Ini adalah jawaban atas kecongkakan blok anti tuhan dan blok yang selalu sok jantan.

Pilkada Banten sudah ada korban, pilkada Jakarta sudah banyak korban, jangan terlalu merasa ulung kalau gak mau umat gulung.

Mega, Surya Paloh, Setnov, Romi, Djan Faridz, Wiranto, Oesman Sapta, dkk. Bersiaplah, umat sudah siap melawan, umat sudah lama siap berhadapan, dengan cara apapun yang kalian mau.

Pakailah semua strategi kalian, gunakanlah semua kecanggihan tipu muslihat kalian. InshaAllah Tuhan yang selama ini kalian nistakan akan segera memberikan pelajaran menyakitkan. Agar semua umat bangkit melawan, rebut jabar, rebut Jateng, rebut Jatim, rebut Sumut, tumbangkan taipan, tahun 2019 giliran kita yang mengusir presiden karbitan. (maida)

Related posts

Comments on swamedium (6)

6 Comments

  1. Kartika Kirana

    Analisa yang ngawur dan tendensius terhadap Ridwan Kamil (RK). RK dari awal memang calon walikota independen dengan segudang prestasi yang tidak perlu diragukan lagi. Pada saat pencalonan, PKS yang memang sedang berkuasa di Jawa Barat mencuri start dengan meminangnya dan berhasil menduduki posisi walikota Bandung. Jadi di sini bukan soal siapa partai pendukungnya semata, tapi kapabilitas calon yang diusungnya. Bahwa untuk Pilkada Gubernur JaBar ada wacana untuk memajukan RK menjadi salah satu kandidat adalah soal lain. Belum tentu yang bersangkutan bersedia maju. Kalaupun bersedia, siapapun yang mengusungnya bukan soal buat RK. Jadi, analisa ngawur ini tidak berlaku sama sekali. Tak lebih seperti pemanasan kampanye hitam saja.

    Reply
  2. Mas_ganteng

    Tetep apapun alasannya udah gak ad tempat tuk para pendukung penista agama…
    Krn ummat Islam udah cerdas…

    RK jadi kliatan aslinya…

    Toh di jabar masih bnyk tokoh yg jauh lbh bagus & berprestasi di banding RK…
    So gak perlu deh bangga2in satu sosok…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()