Tuesday, 17 October 2017

Gelar Aksi 1000 Obor, Ini Tuntutan KAGUMI Bekasi

Gelar Aksi 1000 Obor, Ini Tuntutan KAGUMI Bekasi

Foto: Salah satu spanduk pada deklarasi KAGUMI di Bekasi. (Ayid/jurnalis warga/swamedium)

Bekasi, Swamedium.com — Ketua Komando Amanat Gerakan Umat Muslim Indonesia (KAGUMI) Damin Sada, menggelar aksi 1000 obor usai deklarasi di Islamic Center Bekasi, Jumat (19/5) siang.

Foto: Ketua Komando Amanat Gerakan Umat Muslim Indonesia (KAGUMI) Damin Sada. (Ayid/jurnalis warga/swamedium)

“Kita adakan aksi dengan seribu obor ke walikota. Kita pasang tengah hari bolong. Arti obor ini kita memberi penerangan kepada orang yang sudah pintar bukan lagi kepada orang yang bodoh,” jelasnya.

Usai pilkada DKI, kata Damin, banyak masyarakat yang menjadi bodoh dan terpecah belah.

“Hukum enggak diterima, demokrasi yang sudah ada tidak diterima. Obor ini sebagai simbol juga. Tidak ada kelompok NKRI tapi adanya kelompok penista agama,” ucapnya menyindir.

Foto: Spanduk KAGUMI bekasi. (Ayid/jurnaliscwarga/swamedium)

Selain membawa obor, mereka juga membawa lembaran kertas yang telah difotokopi. Salah satu tuntutan mereka yakni, melarang Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ikut serta dalam dalam Piwalkot 2018 lantaran patut diduga berijazah palsu.

Dalam isi lembaran surat itu, mereka juga meminta agar menyetop kriminalisasi umat islam dan ulama. Menegakkan hukum dan keadilan tanpa pandang bulu.

Foto: Spanduk dalam aksi KAGUMI Bekasi. (Ayid/jurnalis warga/swamedium)

“Tegakkan keadilan, polisi jangan tangkap ulama. Polisi harus netral karena dia adalah alat negara, bukan alat Jokowi,” sambungnya.

Kabar yang beredar di Kota Bekasi mengenai pemutihan ratusan gereja yang berada di ruko-ruko juga ikut ditolak oleh KAGUMI. Mereka menolak legalisasi ratusan gereja yang ada di Bekasi tanpa mengacu peraturan dua menteri dan peruntukkan lokasi diatasnya. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)