Wednesday, 17 January 2018

Terancam Diberhentikan dari Komnas HAM, Natalius Pigai Tulis Surat Terbuka

Terancam Diberhentikan dari Komnas HAM, Natalius Pigai Tulis Surat Terbuka

Foto: Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai terancam diberhentikan karena membela ulama yang dikriminalisasi. Selain itu Pigai juga akan disidang karena dinilai melanggar kode etik Komnas HAM. 

Desakan pemberhentian Pigai dari Komnas HAM digagas oleh Ridha Saleh, salah seorang mantan Komisioner Komnas HAM melalui petisi Change.org.

Terkait desakan pemberhentian itu, Pigai menulis surat terbuka. Berikut isi lengkap surat terbuka tersebut yang juga telah beredar di media sosial.

Ridha Saleh (mantan Komisioner Komnas HAM) menggagas pemakzulan terhadap saya (Natalius Pigai) melalui petisi Change.org. Alasan pemakzulan karena saya tidak bekerja baik. Kaum Nasrani dan minoritas mengecam saya karena membela para ulama dan selalu konsisten mengkritik Ahok dan Pemerintah Jokowi.

Jawaban saya: berdasarkan laporan resmi Komnas HAM RI dari 7 sampai 8 ribu pengaduan, sebanyak 60% kasus, saya yang bekerja. Saya bekeja tanpa mengenal waktu dan berkorban segala-segalanya untuk membesarkan Komnas HAM ini setelah sekalian lama tenggelam dan tidak pernah dipandang publik.

Hari ini Komnas HAM menjadi tumpuan harapan atau terminal akhir pengaduan para pencari keadilan di negeri ini. Saya bekerja pontang panting, berjuang berkeringat korbankan tenaga, waktu bahwa merogoh kocek pribadi demi membela keadilan di negeri ini meskipun tekanan, ancaman, teror dan segala risiko selalu menyertai saban hari tanpa henti. Saya menentang kekuasaan negara intervensi Komnas HAM untuk menjaga independensi. Tawaran jabatan pimpin badan Otoritas oleh Luhut Binsar Panjaitan dan Duta Besar oleh Jokowi melalui Jenderal Hendropriyono saja saya tolak.

Standar kerja saya adalah: objektif, profesional, berintegritas, anti korupsi dan anti diskriminasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan. Karena menjadi komisioner Komnas HAM adalah komisoner milik seluruh rakyat Indonesia. Hasil BPK 2015 yang Komnas HAM disclaimer, saya komisioner Komnas HAM bersih sama sekali. Nama saya tidak tertulis dalam laporan BPK.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)