Wednesday, 20 February 2019

Jaksa Banding Kasus Ahok, Untuk Kepentingan Siapa?

Jaksa Banding Kasus Ahok, Untuk Kepentingan Siapa?

Foto: Terpidana Ahok ketika dibawa ke Rutan Cipinang. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Keputusan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penistaan agama dengan terpidana, Basuki T Purnama alias Ahok yang tetap mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dipertanyakan publik.

Pasalnya, terpidana Ahok sendiri sudah mencabut memori bandingnya yang artinya mengakui perbuatannya dan menerima vonis hukuman dua tahun penjara dari majelis hakim.

“Sangat mengherankan tentunya, bukan saja para pakar hukum dan akademisi bahkan publik dibuat bingung dengan keputusan Jaksa meneruskan banding, padahal terdakwa yang diadili sudah menerima vonis hakim secara lapang dada dan mengakui perbuatannya, kok Jaksa tetap melanjutkan banding ke Pengadilan Tinggi?,” tanya Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha melalui keterangannya, Rabu (31/5) seperti dilansir rmol.

Panji menegaskan, tidak ada argumen yang dapat membenarkan sikap kejaksaan tersebut dan wajar jika saat ini publik menginginkan Presiden Jokowi menggeser posisi M Prasetyo sebagai Jaksa Agung.

Praktek hukum di Indonesia, menurut Panji, ketika putusan tidak sesuai dengan tuntutan jaksa maka wajib banding. Namun, kewajiban banding jaksa tersebut pupus, ketika terdakwa sudah menerima vonis majelis hakim.

“Kasus Ahok ini menjadi preseden buruk penegakan hukum ke depan jika Jaksa bersikap di luar koridor yang sebenarnya,” ucapnya.

Panji juga mengkritisi “pergeseran” posisi JPU yang awalnya bertugas menuntut Ahok sebagai terdakwa kini malah terkesan menjadi pembela terpidana dengan tetap mengajukan banding terhadap putusan majelis hakim yang memvonis dua tahun.

“Demi kepentingan hukum siapa? Ahok sudah menerima dan kasus selesai. Jangan sampai diperpanjang kasus penistaan agama ini menjadi bola liar, karena baik secara logika hukum, keputusan jaksa banding itu tidak masuk akal, dan yang paling dirugikan adalah bangsa karena akan timbul kegaduhan baru,” pungkasnya. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)