Thursday, 17 August 2017

Bertemu Imam Besar Masjid Nabawi, Anies Bicara Islam dan Indonesia

Bertemu Imam Besar Masjid Nabawi, Anies Bicara Islam dan Indonesia

Foto: Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan bertemu dengan imam besar Masjid Nabawi, Syekh Sholah al Budair, di kantor Masjid Nabawi, Selasa (6/6).(asmc)

Jakarta, Swamedium.com — Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan ‎bertemu dengan Imam Besar Masjid Nabawi, Syekh Sholah al Budair, Selasa (6/6). Pertemuan tersebut atas undangan langsung sang imam saat mengetahui Anies sedang berada di Madinah.

Naufal Firman Yursak selaku juru bicara Anies-Sandi mengatakan, ‎Anies sangat beruntung bisa bertemu dengan Syekh Sholah. Pasalnya, tidak semua orang bisa bertemu dengan imam besar Masjid Nabawi tersebut.

“Bahkan bila ada tamu dari luar datang, meski menteri sekalipun, jarang mau diterima oleh imam besar,” ujarnya, Rabu (7/6).

Kali ini, Syekh Sholah langsung mengundang Anies. Undangan itu diberikan saat dia mengetahui Anies sedang berada di Madinah. “Hal ini jarang terjadi,” tambah Naufal.

Pertemuan itu digelar di lantai tiga, kantor Masjid Nabawi. Bagian kantor itu berada di tengah-tengah masjid. Dari ruangan itu, bisa terlihat seluruh bagian masjid yang dibangun pada tahun 622 masehi tersebut. 

Saat bertemu Anies, Syekh Sholah tidak sendiri. Dia didampingi kepala kesekretariatan dan juga kepala humas Masjid Nabawi.

Pertemuan itu, lanjut Naufal, berlangsung hangat dan juga bersahabat. Banyak hal yang dibahas. Mulai dari kondisi umat Islam di dunia. Hingga apa yang terjadi di Indonesia.

“Beliau tampak sangat memperhatikan kondisi di Indonesia,” ujar dia.

Usai pertemuan, Syekh Sholah juga memimpin doa bersama. Tak hanya itu, Syekh Sholah yang juga pernah jadi imam di Masjidil Haram itu juga berjanji mendoakan Indonesia pada doa kunut saat salat tarawih yang dipimpinnya.

Anies tak hanya bertemu dengan imam besar. Siang harinya, Anies juga bersilaturahmi dengan empat orang muazin di Masjid Nabawi. Mereka juga ingin bertemu Anies.

“Mereka (para muazin) terkesima dengan Indonesia. Terutama dengan besarnya bangsa dan sebaran penduduk di kepulauan hingga menghasilkan keberagaman bahasa dan budaya yang luar biasa,” ucap Naufal. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()