Monday, 26 June 2017

test banner samping
test banner samping

Ini Alasan Serikat Pekerja Dukung ‘Holdingisasi’ BUMN

Ini Alasan Serikat Pekerja Dukung ‘Holdingisasi’ BUMN

Foto: Kementerian BUMN. (Ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com – Meski pembentukan perusahaan induk (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan berdampak pada perampingan karyawan, Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono justru mendukung karena holdingisasi diyakininya dapat mengurangi atau menghilangkan persaingan antar BUMN sejenis.

Arief mengatakan BUMN yang memiliki bidang usaha sejenis akan terlibat dalam persaingan usaha. Dengan, adanya holdingisasi itu, persaingan antar BUMN sejenis tidak ada lagi. Holdingisasi bahkan juga akan membuat perusahaan swasta tak mudah melakukan provokasi yang dapat merusak usaha BUMN.

“Holdingisasi akan memperkuat hak istimewa Pemerintah untuk tetap memiliki saham mayoritas di anak-anak perusahaan yang tergabung dalam holding,” jelas dia dalam diskusi “Polemik Holdingisasi BUMN menurut PP 72/2016, Melemahkan atau Memperkuat Peranan BUMN hadapi Pasar Bebas” di Jakarta, Selasa malam (6/6).

Arief menambahkan bahwa modal BUMN berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Dalam penjelasan UU Nomor 19 tahun 2003 yang dimaksud dengan kekayaan negara yang dipisahkan adalah pemisahan kekayaan negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjadi penyertaan modal negara pada BUMN.

Selanjutnya, pembinaan dan pengelolaannya tidak lagi didasarkan pada sistem APBN, namun pembinaan dan pengelolaannya didasarkan pada prinsip-prinsip perusahaan yang sehat.

Pemerintah, menurut dia, dalam menyertakan modal negara dalam rangka pendirian atau penyertaan pada BUMN bersumber dari APBN, kapitalisasi cadangan dan dari sumber-sumber lainnya.

Prinsipnya, holdingisasi BUMN merupakan keputusan yang tepat karena akan meningkatkan daya saingnya di era pasar bebas.

Hal senada dikatakan oleh pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia Oskar Vitriano. Dia menilai holdingisasi yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan skala BUMN itu positif karena skala itu penting dikembangkan untuk menghadapi globalisasi.

“Ibaratnya BUMN ini mau dijadikan Harimau. Harimau kalau melawan Kancil tentu akan menang kan, jadi dengan Holdingisasi ini kita bisa melawan perusahaan yang lebih besar,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Oskar melihat Holdingisasi ini untuk meningkatkan efisiensi BUMN itu sendiri, diantaranya untuk mengurangi persaingan dalam tubuh BUMN, mempermudah strategi untuk berkembang dan pada akhirnya bisa menguntungkan negara.

“Dengan holdingisasi ini, membuat kapitalisasi BUMN pada pasar menjadi kuat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan demikian, BUMN siap go International dan berbicara dalam pasar dunia. Saya cenderung setuju dengan adanya PP ini,” pungkasnya.

Perlu diketahui, sebanyak 34 BUMN disiapkan oleh pemerintah untuk masuk ke dalam 6 investment holding. Keenam BUMN itu adalah sektor bank, energi, tambang, jalan tol dan konstruksi, perumahan serta pangan. (maida)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *