Monday, 11 December 2017

Mengawal Janji

Mengawal Janji

Foto : Menunggu Janji Pilkada Anis - Sandi (ist)

Oleh, Miqdad Husein *

Depok, Swamedium.com – Ini tentang cerita seorang teman yang aktif sebagai khotib di Jakarta. Ia yang selalu memilih materi terkait persoalan sosial dalam berkhotbah pernah diadili seorang jamaah sholat Jumat. Apa pasal? Sederhana. Ia dalam kesempatan itu mengupas tentang bagaimana bersikap cerdas sebagai rakyat menghadapi pemimpin terpilih.

“Usai Pilkada Jakarta tugas ummat belum selesai. Justru baru dimulai. Kita harus mengawal janji pemimpin terpilih agar melaksanakan janjinya. Kita harus mengawasi kinerjanya agar senantiasa berada di jalan yang benar. Kita harus mengkritisi  pemimpin yang kita dukung bila ternyata melakukan kekeliruan. Itu antara lain materi khotbah saya,” katanya.

Usai khotbah seorang jamaah seperti diceritakannya mendekat dan melontarkan kalimat bernada sinis. “Khotbah ustad seperti kurang mendukung kemenangan Anies-Sandi. Ustad terkesan justru seperti lebih banyak mempersoalkan terpilihnya Anies-Sandi,” cerita kawan.

Dengan halus, seperti diceritakannya, ia mencoba memberi penjelasan bahwa mendukung seorang pemimpin tidak membiarkan begitu saja usai memilih. Justru dukungan yang sesungguhnya ketika seorang pemimpin menjalankan tugas kepemimpinan. “Di periode kepemimpinannya ummat harus mengawasi, mengingatkan, mengkritisi agar senantiasa amanah,” katanya, mencoba memberi pengertian pada jamaah yang sangat bersemangat itu.

Mengkritisi dan mengawasi tambahnya lagi, tidak berarti permusuhan dan kebencian. Kritik bagian dari dukungan demi keberhasilan kepemimpinan seseorang. Mendukung tak berarti membiarkan seorang pemimpin bekerja tanpa pengawasan.

Tentu saja, masih kata kawan tadi, kritik terbaik bersifat konstruktif, membangun dan bukan atas dasar sinisme politik. Kritik bernuansa mengawasi dan memberikan solusi. “Kritiklah seperti memanasi besi lalu meluruskan. Jangan mengkritik seperti membakar kayu hingga habis semuanya tanpa sisa,” jelas khotib muda itu, memberikan perumpamaan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)