Thursday, 24 August 2017

Pedri Kasman: Tak Lazim Ahok Masih di Mako Brimob

Pedri Kasman: Tak Lazim Ahok Masih di Mako Brimob

Foto: Sekretaris Jenderal PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Keberadaan terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, masih menjadi misteri.

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mengatakan, tidak transparannya aparat berwenang membuat masyarakat menduga-duga Ahok bisa dengan bebas keluar masuk Mako Brimob.

“Kita belum pernah tahu juga dia (Ahok) ada di sana (Mako Brimob) atau tidak karena informasinya tidak terbuka dan masyarakat untuk masuk Mako Brimob tidak mudah,” jelas Pedri seperti dikutip RMOL, Rabu (7/6).

Oleh karena itu, sejak awal dirinya mendesak aparat berwenang agar segera mengembalikan Ahok ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur. Tentunya, pihak kepolisian dan lapas Cipinang juga harus menginformasikan secara terbuka ke masyarakat.

“Kami sudah berusaha cari tahu tapi belum mendapat informasi yang cukup. Kami tidak menuduh, tetapi masyarakat kita menduga-duga karena ini kan tidak transparan,” tegas Pedri.

Tak hanya itu, Pedri mengingatkan status Ahok yang sudah menjadi terpidana dengan vonis hukuman dua tahun penjara, bukan lagi tahanan titipan yang bersifat sementara.

“Kalau dulu kan alasan ditahan di Mako Brimob karena alasan keamanan, di Cipinang dianggap tidak aman karena ada masyarakat yang demo-demo. Sekarang kan sudah aman, karena sudah aman dikembalikan saja ke Lapas Cipinang itu supaya masyarakat tidak berspekulasi,” tandasnya.

Pedri juga berpendapat, penahanan Ahok di Mako Brimob tidak lazim karena sudah terlalu lama, pasalnya status mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak lagi dalam proses penyidikan.

“Biasanya yang ditahan di Mako Brimob itu kan untuk penyidikan,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya akan menyurati pihak terkait dalam hal ini Dirjen Lapas Kementerian Hukum dan HAM. Ia pun berharap, instansi terkait tidak perlu menunggu desakan dari masyarakat dan meminta mereka bekerja sesuai mekanisme yang wajar.

“Ini kebisingan terus berlanjut, seharusnya dengan Ahok sudah terpidana sudah berhenti kebisingan itu, tetapi karena perlakuan terhadap Ahok makin diistimewakan maka masyarakat terus bergerak, mengembangkan spekulasi-spekulasi,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()