Thursday, 17 August 2017

10 Hal Ini Penyebab Proposal Bisnismu Ditolak Investor

10 Hal Ini Penyebab Proposal Bisnismu Ditolak Investor

Jakarta, Swamedium.com- Menjalankan bisnis memang membutuhkan modal. Jika tidak punya modal, tetapi punya ide bisnis yang menarik, maka bisa mengajak investor atau pemilik modal untuk mendanainya. Investor akan mudah mengeluarkan uang bila dia yakin dengan prospek bisnisnya.

Wajar bila sebagai pemilik uang, investor berhati-hati karena risiko kehilangan dana bakal ditanggungnya jika bisnis gagal. Tetapi, bila kamu mempunyai ide bisnis yang cemerlang, bukan hal sulit menemukan pemodal sebab di luar sana banyak yang punya uang dan ingin berinvestasi.

Tetapi, menyakinkan investor itu membutuhkan trik-trik tertentu. Banyak yang gagal menyakinkan investor untuk mendanai bisnisnya karena beberapa hal sebagaimana info dari idntimes.com berikut ini;

1. Tidak Percaya Diri
Saat mempresentasikan rencana bisnis, kamu terlihat ragu-ragu atau tidak percaya diri bahwa bisnismu itu Oke banget. Saat menjawab pertanyaan pemodal, sering terucap kalimat kemungkinan, saya kira dan jawaban mengambang lainnya. Kalau kamu sendiri ragu terhadap prospek bisnismu, bagaimana dengan pemodal?

2. Tidak Paham Bidang Bisnis/Industrinya
Sebagai pengusaha, kamu harus paham betul seputar industri yang akan dijadikan bisnis. Seperti, bagaimana potensi/peluang, tantangan/risiko hingga persaingan. Kamu tidak memahami industri itu dengan baik, sehingga proposal yang dibuat tidak bagus dan tidak mampu menjawab pertanyaan pemodal dengan tepat.

3. Tidak Punya Strategi Pemasaran
Dalam bisnis, pemasaran merupakan ujung tombak dari kesuksesan atau kegagalan bisnis. Sebagus apapun produk yang kamu buat, bila strategi pemasarannya salah sehingga produk tak laku dijual, usahamu pasti akan bangkrut. Jika kamu hanya mengumbar janji pokoknya bisnis ini untung, tanpa bisa memaparkan perencanaan pemasarannya dengan baik, investor pasti tak percaya.

4. Modalnya Terlalu Besar
Belum jelas bisnisnya, kamu sudah menuntut uang besar. Sabar sis&bro, belum bisa menaklukkan bukit, sudah mau menaklukkan gunung. Buatlah perhitungan modal sewajar mungkin.

5. Tidak Jelas Perhitungan Balik Modal/Keuntungannya
Dalam bisnis, ada hitungan kapan bisa mencapai titik impas (break event point) atau balik modal atau perkiraan raih keuntungan. Dan, kamu hanya mengatakan kira-kira sekian tahun tanpa ada hitungan jelas, seperti kenapa baru di tahun sekian bisa balik modal.

6. Ide Bisnisnya Biasa Saja
Produk/jasa yang ditawarkan ke investor biasa, tidak unik atau sama saja dengan yang sudah ada.

7. Bisnis Modelmu Kacau
Bagaimana rencana kamu menjalankan bisnis tidak jelas, tidak matang dan membingungkan.

8. Hubungan Antar Team Tidak Harmonis dan Terlihat Investor
Kekompakan team adalah gambaran dari perusahaan. Jika tim solid, peluang perusahaan untuk berkembang sangat besar.

9. Sombong dan Tidak Jujur
Sebagai orang yang membutuhkan modal, kamu terkesan sombong dan merendahkan investor. “Kalau bapak tidak mau investasi di sini, bukan saya yang rugi, tapi bapak yang rugi.” Ingat, kamu yang butuh dia, bukan investor yang butuh kamu. Selain itu, tidak bersikap transparan atau jujur dengan rencana kerja. Terlihat ada yang disembunyikan dan hanya pandai berkata-kata saja.

10. Salah Pilih Investor
Saat berencana menggandeng pemodal, pilihlah orang yang tepat. Misal, investor sukanya bisnis properti, kamu tawari bisnis kuliner. Jika itu dilakukan sudah pasti proposalmu ditolak karena salah target. (maida)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()