Friday, 20 April 2018

Awas, Munafik Tanpa Sadar

Awas, Munafik Tanpa Sadar

Foto: Munafik tanpa sadar (ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com — Akhir-akhir ini terjadi peristiwa yang cukup menguras energi umat Islam. Dari rentetan peristiwa itu banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dan dicermati. Makin tampak jiwa-jiwa yang mengaku muslim tetapi tidak bangga dengan keislamannya.

Secara nalar sehat, seorang muslim pasti akan membela sesuatu yang menjadi pegangan hidupnya, yakni Al-Quran. Dan tentu saja sebagai seorang muslim sejati harusnya membenci setiap orang yang mencela firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril ini.

Namun, terkadang nalar sehat yang dapat dicerna siapapun yang waras jiwanya ini tidak sejalan dengan fakta yang terjadi. Ada sebagian umat Islam yang justru membela mati-matian orang yang menista firman Allah. Dengan dalih toleransi semu, mereka rela menggadaikan keimanan dan justru memusuhi orang yang membela kesucian Al-Quran. Mereka tidak sadar bahwa hatinya telah diselimuti kemunafikan karena membela orang yang menghina Al-Quran.

Sekali lagi, mereka tidak sadar bahwa perbuatan itu menjadikannya musuh dalam selimut. Alih-alih membela Islam dengan sepenuh jiwa raga, justru mereka menjadi duri di dalam perjuangan.

Juga ada yang berdalih dengan kenetralan berpikir sehingga tidak memihak siapapun juga. Ia sibuk dengan dunianya sendiri. Tidak ada sedikitpun didalam dirinya ghirah untuk membela Allah dan Rasul-Nya tatkala dihinakan para penista.

Munafik, Duri dalam Tubuh Umat Islam

Siapakah prioritas musuh dalam Al-Quran? Yahudi? Nasrani? atau siapa? Kita bebas menentukan musuh yang paling berbahaya bagi Islam. Namun, Allah sendiri telah memberikan petunjuk bagi umat Islam tentang musuh bebuyutannya. Yaitu orang-orang munafik.

Orang-orang yang secara tidak sadar terjerumus dalam kemunafikan, secara tidak langsung pula ia menjadi musuh bebuyutan umat Islam.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)