Thursday, 17 August 2017

Banyak Kontroversi, Aturan Wajib Lapor Rekening Direvisi Jadi Rp1 Miliar

Banyak Kontroversi, Aturan Wajib Lapor Rekening Direvisi Jadi Rp1 Miliar

Jakarta, Swamedium.com – Setelah merespon banyak keluhan masyarakat, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk merevisi batas minimum saldo rekening yang wajib dilaporkan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dari semula Rp200 juta menjadi Rp1 miliar.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam siaran persnya Rabu (7/6) mengakui revisi batas minimum saldo yang wajib dilaporkan dilakukan setelah memperhatikan masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Revisi dilakukan dari semula Rp200 juta menjadi Rp1 miliar,” jelas Kemenkeu.

Menurut Kemenkeu, revisi ini juga dinilai lebih mencerminkan rasa keadilan dan menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMINDO) Ikhsan Ingratubun mengatakan aturan itu meresahkan masyarakat, termasuk para pelaku UMKM.”Ini sangat meresahkan masyarakat, bukan hanya UMKM, tapi 2,3 juta pemilik rekening,” ujar dia dalam kesempatan berbeda.

Dalam siaran persnya, Kemenkeu menegaskan bahwa aturan pelaporan saldo rekening bukan berarti uang simpanan masyarakat akan dikenai pajak. Tujuan pelaporan saldo yaitu agar pemerintah mendapatkan informasi yang lengkap dalam menyongsong era pertukaran informasi keuangan global.

Pemerintah juga menjamin Ditjen Pajak akan menjaga kerahasiaan data nasabah. Nantinya data itu hanya akan digunakan untuk kepentingan perpajakan saja.

Bila ada oknum petugas pajak yang menyelewengkan data itu, maka sanksi pidana akan dikenakan sesuai Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

“Jadi masyarakat tidak perlu resah dan khawatir,” tulis Kemenkeu dalam keterangan persnya.(maida)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()