Monday, 26 June 2017

test banner samping
test banner samping

Din Syamsuddin: Istilah Persekusi Salah Kaprah

Din Syamsuddin: Istilah Persekusi Salah Kaprah

Foto: Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Maraknya istilah penggunaan kata ‘persekusi’ yang digunakan banyak media di Indonesia dewasa ini mengundang perhatian, khususnya para ulama yang tergabung di Majelis Ulama Indonesia.

“Penggunaan kata persekusi salah kaprah. Itu istilah yang berlebihan, persekusi dalam sejarah dulu antara Khatolik dan Protestan diusir besar-besaran, tercatat pada sejarah juga terjadi kepada umat Islam yang diusir oleh kaum Mongol di Baghdad, Irak. Nah sekarang di era modern ini seperti yang menimpa saudara kita di Rohingnya, itu yang dinamakan persekusi,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (7/6).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menambahkan, telah terjadi polemik pada penggunaan istilah persekusi terhadap tindakan sebagian kelompok masyarakat yang mencoba mencari keadilan di saat lemahnya penegakan hukum oleh aparat berwenang.

“Kalau terjadi satu dua kasus itu bukan persekusi namanya, kawan-kawan media jangan berlebihan juga, mungkin tepatnya teguran baik verbal maupun non verbal. Nah itu terjadi karena penegakan hukum lemah, kalau penegakan hukum cepat dan berkeadilan serta tidak tebang pilih, hal itu tidak akan terjadi,” tegas Din.

Din juga menilai apa yang terjadi sekarang ini adalah sebuah teguran keras buat aparat penegak hukum karena terkesan melakukan pembiaran atas ulah sebagian masyarakat yang menghina dan melecehkan agama khususnya agama Islam.

“Saya kira ini teguran yang terjadi, masyarakat resah karena dari pihak kepolisian seperti ada pembiaran,” pungkasnya. (Jok)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *