Monday, 23 October 2017

Meniru Ransomware WannaCry, Remaja 14 Tahun di Jepang Ditangkap Polisi

Meniru Ransomware WannaCry, Remaja 14 Tahun di Jepang Ditangkap Polisi

Foto : Sebuah pesan di layar komputer yang terinfeksi oleh ransomware, diduga dibuat oleh seorang anak berusia 14 tahun di Osaka. (Japan Times/raka)

Yokohama, Swamedium.com — Terinspirasi dari serangan ransomware WannaCry yang menyerang komputer di seluruh dunia untuk melakukan kejahatan, seorang remaja asal prefektur Osaka, Yokohama Jepang ditangkap kepolisian setempat, Senin (5/6) lalu.

Seperti dikutip dari Japan Times, remaja yang masih bersekolah menengah pertama itu ditangkap ketika sedang merakit program enkripsi bebas massal untuk membuat ransomware yang mirip dengan WannaCry.

Ransomware itu bekerja dengan cara mengunci data komputer dan jika si pemilik komputer membuka datanya, akan diminta tebusan berupa uang untuk ditukarkan dengan kunci yang membuka data komputer miliknya.

Remaja yang tinggal di daerah Takatsuki itu, membuat ransomware yang mirip dengan WannaCry setelah mengunggah ransomware miliknya di bulan Januari lalu ke sebuah situs. Kemudian ia menyebarkannya melalui media sosial untuk memancing orang agar mengunduh ransomware tersebut.

Sebelum penangkapan, polisi setempat telah mencurigai kejahatan tersebut ketika sedang melakukan pemantauan di internet pada bulan Januari lalu. Setelah menyita komputer remaja itu di rumahnya pada bulan April lalu, polisi menemukan pesan di akun media sosial Twitter miliknya yang berisi bahwa ia sedang membuat virus ransomware.

Dari informasi teman sekolahnya, petugas polisi yang sedang menginvestigasi, mendapatkan informasi bahwa ransomware tersebut sudah diunduh ratusan kali dan salah satu motif dari pembuatan ransomware ini adalah menginginkan agar pelaku menjadi terkenal di dunia. Dilaporkan tidak ada korban yang diperas akibat ransomware yang disebarkan remaja berusia 14 tahun tersebut. (*/rk)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)