Monday, 11 December 2017

Pledoi Siti Fadilah yang Mengharukan

Pledoi Siti Fadilah yang Mengharukan

Foto: Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang menjadi terdakwa kasus korupsi alat kesehatan. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Air mata mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari jatuh menetes di lantai ruang sidang Pengadilan Tipikor, Rabu (7/6) kemarin. Dalam Pledoi yang dibacanya sambil menangis itu, Siti menampik semua dakwaan jaksa.

Siti membacakan pledoi yang diberi judul “To See the Unseen, Setitik Harapan Menggapai Keadilan”. Pembacaan pledoi dimulai pukul 17.00 WIB.

“Mohon maaf bila nota pembelaan ini saya ungkapkan dalam bahasa saya, bahasa orang awam yang merasa terzalimi,” ujar Siti membuka pledoinya di hadapan majelis hakim.

“Takdir Allah SWT. saya harus menjalani satu peristiwa dalam hidup yang tidak pernah saya bayangkan,” lanjutnya.

Tak lama, air matanya mulai menetes ketika dia menyatakan rindu menjalankan ibadah puasa bersama keluarganya di rumah.

“Sebagai seorang ibu, sebagai nenek, sekaligus muslimah, saya sangat merindukan bisa berpuasa Ramadan. Tarawih bersama anak cucu di rumah, apalagi di penghujung usia saya seperti ini,” tutur Siti sambil sesegukan.

Ia melanjutkan, sejak awal pemeriksaan di Bareskrim Polri dan KPK, dia merasa tak pernah melakukan seperti dakwaan maupun tuntutan jaksa penuntut umum.

“Sejak awal pemeriksaan di perkara ini di Bareskrim maupun di KPK sampai persidangan hari ini, saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah melakukan sebagaimana tuntutan jaksa penuntut umum,” tegas Siti.

Seperti diketahui, Siti didakwa melakukan dua perbuatan pidana berbeda. Pertama, Siti dituding menerbitkan surat rekomendasi penunjukan langsung terkait proyek pengadaan alkes di Kementerian Kesehatan untuk kejadian luar biasa pada 2005. Atas penunjukan langsung PT Indofarma Global Medika dalam proyek alkes, diduga negara mengalami kerugian sekitar Rp 6,1 miliar.

Siti menilai surat dakwaan yang disusun KPK dirangkai tanpa fakta dan bukti yang jelas. Dia pun menyebut rangkaian perbuatan hukum yang didakwakan kepada dirinya sangat dipaksakan. Terlebih, ketika mendengar tuntutan jaksa, banyak fakta persidangan yang tidak diungkap.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)