Monday, 11 December 2017

Rakyat Bisa Marah Kalau Masalah Perumahan Tak Segera Teratasi

Rakyat Bisa Marah Kalau Masalah Perumahan Tak Segera Teratasi

Jakarta, Swamedium.com – Kemampuan pemerintah dalam menyediakan rumah untuk rakyat menjadi hal yang mendesak karena angka kekurangan rumah atau backlog di Indonesia tinggi. Pengadaan perumahan masih menjadi problem besar saat ini yang siap menyulut kemarahan rakyat apabila tidak segera teratasi.

CEO Lippo Group James Riady mengatakan masyarakat Indonesia masih sangat sulit memiliki rumah sehingga muncul angka kekurangan ketersediaan rumah atau backlog yang tinggi.

Dia mengatakan, saat ini angka backlog masih simpang siur. Angka yang paling bisa dipertanggungjawabkan selama ini adalah dari Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan sensus 2010 yakni 13 juta.

“Mau (kebutuhan) itu 8 juta, 10 juta, 12 juta, itu tetap angka yang signifikan, tinggal tunggu waktu masyarakat akan marah,” ujar James di Hotel Westin Jakarta yang dikutip kompas.com di awal pekan ini.

James mengungkapkan rasio kepemilikan rumah di Hong Kong. Dia pernah lama tinggal di salah satu kota paling maju di Asia itu.

Di sana, menurut James, harga tanah meningkat terus dan membuat mimpi masyarakat memiliki rumah bertambah jauh. Sementara di Singapura, meski lahannya sedikit, kepemilikan rumah terus mengalami kenaikan. Pemerintah Singapura juga menyadari bahwa pemilikan rumah adalah hal utama. Bahkan, sektor ini menjadi fokus pemerintah sebesar 70 persen.

“Terakhir, 8 tahun ini, dia (Singapura) hanya genjot satu hal, yaitu kepemilikan perumahan. Sekarang di Singapura 90,8 persen warganya sudah punya rumah,” tutur James.

Atas hal ini, warga pun mengaku senang karena sudah memiliki rumahapalagi harganya tidak pernah turun.
Dengan demikian, selain bisa ditinggali, rumah juga menjadi instrumen investasi yang sangat m menjanjikan, terlebih lokasinya memiliki infrastruktur yang memadai.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)