Friday, 20 April 2018

Indef Pertanyakan Alasan Pemerintah Merevisi Aturan Saldo Rekening

Indef Pertanyakan Alasan Pemerintah Merevisi Aturan Saldo Rekening

Jakarta, Swamedium.com – Revisi aturan pelaporan saldo rekening nasabah dari Rp200 juta menjadi Rp1 miliar memunculkan prasangka pemerintah punya niat mengincar potensi pajak dalam negeri. Padahal tujuan aturan itu untuk menarik dana WNI yang tersimpan di luar negeri ke dalam negeri.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengkritik pemerintah atas inkonsistensi poin aturan tentang keterbukaan informasi keuangan untuk perpajakan yang bisa memberikan sinyal buruk bagi masyarakat.

Aviliani menilai bahwa perubahan batas saldo belum dijelaskan secara rinci oleh pemerintah. Indef, kata dia, berpandangan bahwa tujuan utama dari aturan ini seharusnya untuk menarik dana repatriasi Warga Negara Indonesia (WNI) di perbankan luar negeri.

“Namun, aturan ini justru memberikan kesan bahwa pemerintah ingin menarik potensi pajak dari dalam negeri. Angka Rp 1 miliar pun, meski sudah dinaikkan dari sebelumnya sebesar Rp 200 juta, dinilai masih perlu dipertanyakan, kata dia dalam jumpa pers yang dikutip republika.co.id, Kamis (8/6).

Pekan lalu, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 70 tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Mengenai Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan. Akibatnya, perbankan harus melaporkan data nasabah yang memiliki saldo rekening di atas Rp 200 juta ke otoritas pajak.

Tak sampai sepekan dari pengumuman itu, Menteri Keuangan memutuskan menaikkan batas saldo yang dilaporkan menjadi Rp1 miliar setelah kritik berdatangan dari pengamat dan kalangan pengusaha, terutama pelaku UMKM.

Aviliani melanjutkan pemerintah tetap tidak akan bisa menganilisis pendapatan dan menjaring penambahan penerimaan pajak hanya dengan meminta dana saldo.

Menurutnya, saldo tidak bisa memberikan gambaran detail soal pendapatan seseorang dan potensi pajak yang bisa ditarik darinya. Contohnya, bisa saja seseorang menabung dengan rajin selama puluhan tahun dan akhirnya mengumpulkan gajinya yang sebetulnya di bawah Rp 4,5 juta (pendapatan tak kena pajak) hingga menyentuh angka Rp 1 miliar. Artinya, meski secara batas saldo ia wajib dilaporkan, namun secara hukum nasabah tersebut tetap tidak wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)