Tuesday, 12 December 2017

MUI Padang Haramkan Bisnis Jasa Penukaran Uang Receh

MUI Padang Haramkan Bisnis Jasa Penukaran Uang Receh

Jakarta, Swamedium.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Sumatera Barat mengatakan jasa penukaran uang kecil di pinggir jalan yang biasanya marak menjelang Lebaran hukumnya haram. Transaksi itu dinilai mengandung unsur riba.

Jasa penukaran uang recehan yang biasanya berada di jalan-jalan itu dinilai tidak memenuhi syarat sahnya transaksi jual beli, bahkan ada unsur ribanya.

“Jika itu dipandang sebagai jual beli maka tidak memenuhi syarat sebab barang yang diperjualbelikan tidak ada, sementara yang dijual malah uang yang seharusnya jadi alat tukar,” kata Ketua MUI Kota Padang, Duski Samad di Padang, seperti dilansir Antara Jumat (9/6).

Menurut dia, jika penyedia jasa penukaran uang berdalih mereka hanya mengambil jasa maka tetap tidak dibenarkan karena pihak berwenang dalam hal ini Bank Indonesia dan perbankan telah menyediakan penukaran secara cuma-cuma.

“Oleh sebab itu pihak yang menyediakan jasa dan menukarkan uang dua-duanya secara hukum kena,” kata dia.

Jika penyedia jasa berdalih mereka telah antre untuk menukarkan uang justru yang terjadi selama ini panjangnya antrean disebabkan oleh ramainya para calo tersebut, ujarnya.

Ia mengingatkan Islam tidak melarang jual beli barang dan jasa namun tidak dibenarkan mencari keuntungan dengan cara tidak baik.

“Peredaran uang sudah menjadi urusan negara dan sudah ada lembaga resmi yang mengelolanya. Apalagi ini menyangkut kepentingan publik oleh sebab itu kepada masyarakat sebaiknya jangan menggunakan calo dan tukarkan di tempat resmi,” ujar dia.

Terkait dengan tradisi “manambang” atau memberi uang yang marak terjadi saat Lebaran, dia menilai itu bukan budaya yang baik karena mengajarkan anak menjadi peminta-minta.

“Islam mengajarkan tangan di atas atau memberi bukan meminta-minta uang saat Lebaran,” jelasnya.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)