Thursday, 24 August 2017

Terpilih Pimpin OJK, Ekonom Beri Catatan ke Wimboh

Terpilih Pimpin OJK, Ekonom Beri Catatan ke Wimboh

Foto: Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Terpilihnya Wimboh Santoso sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022 ditanggapi beragam oleh para ekonom. Menurut Research Director at Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal dengan terpilihnya Wimboh sebagai nahkoda baru OJK dinilai sangat pantas.

Hal ini lantaran pengalaman panjang di sektor perbankan serta background yang cukup mumpuni bagi Wimboh untuk memimpin OJK. Namun lanjut dia, memang ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan OJK ke depan, di antaranya OJK perlu ikut aktif mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor riil, bukan hanya menjaga keamanan dan pertumbuhan sektor keuangan.

“OJK juga perlu memperkuat beberapa fungsi yang selama ini lemah khususnya di luar sektor perbankan, yaitu pengembangan pasar modal dan institusi keuangan non bank,” kata Faisal saat dihubungi Jumat (9/6/2017).

Selain itu menurutnya, diperlukan peran OJK agar memperkuat fungsi penyidikan bagi kasus-kasus kejahatan perbankan dan sektor keuangan lainnya, sebagaimana amanat UU pembentukan OJK. Sementara Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean menuturkan, dengan terpilihnya anggota DK OJK yang baru, para pelaku pasar umumnya berharap bahwa kedepannya Indonesia bisa menjadi salah satu pusat industri keuangan terpenting di Asia.

Terang dia pelaku pasar juga ingin melihat industri perbankan yang sehat, kokoh, namun dinamis dalam menangkap peluang bisnis global. Selain itu, pelaku pasar ingin bisa berkiprah dalam industri pasar modal, investasi, dan asuransi, yang bukan hanya teregulasi dengan baik namun juga industri yang mampu menciptakan produk-produk keuangan yang canggih.

Namun tanpa melupakan aman dan inklusif sesuai dengan pesat naiknya kebutuhan akan produk-produk finansial yang lebih beragam. “Dengan demikian, diharapkan akan lahirnya mekanisme pembebanan iuran jasa keuangan yang tidak membebani industri,” ungkap Adrian.

Di sisi lain Ekonom Institute for Development of Economics and Finance Indef Listiyanto menerangkan, dukungan Parlemen untuk Wimboh yang sangat dominan (50 suara banding 4) merupakan modal yang bagus untuk kelancaran komunikasi kebijakan dan ide-ide penguatan OJK kepada mitra kerja/DPR. Selain itu, dukungan tersebut juga menggambarkan harapan besar untuk peningkatan kinerja pengawasan dan pengaturan perbankan.

Meski demikian, sambung Eko, terdapat beberapa tantangan OJK yang harus dihadapi. Pertama, OJK harus meningkatan kinerja pengawasan bank seiring bermunculannya kasus-kasus kredit bermasalah dan kredit fiktif.

“Kemudian penguatan institusi dan sinergi internal, mengingat OJK berisikan SDM hasil peleburan dari beberapa instansi dengan budaya kerja yang berbeda beda. Maka dari itu perlu adanya sinergi,” papar Eko.

Terakhir, OJK juga perlu mendorong fungsi lembaga keuangan ke sektor riil. Kedepan, Eko berharap ketua DK OJK terpilih dapat menuntaskan 3 tantangan tersebut. (*/ls)

Sumber: Sindonews

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()