Monday, 23 October 2017

Ustadz Abdul Shomad Dilaporkan ke Polisi, GEMASABA Angkat Bicara

Ustadz Abdul Shomad Dilaporkan ke Polisi, GEMASABA Angkat Bicara

Foto: GEMASABA Riau angkat bicara perihal pelaporan terhadap Ustadz Abdul Shomad. (Dok. GEMASABA)

Pekanbaru, Swamedium.com — Terkait laporan dari organisasi yang mengaku Pemerhati Kebhinekaan serta atas pemberitaan dari media cetak maupun media elektronik, yang ditujukan pada salah satu ulama Riau, Ustadz Abdul Shomad, salah satu Aktivis GEMASABA Riau angkat bicara.

“Diharapkan kepolisian agar lebih teliti dalam memahami pengaduan tersebut. Semua orang punya hak melakukan pengaduan, namun harus jelas informasi serta dasar atas pengaduan tersebut,” kata Ketua DPC GEMASABA Kota Pekanbaru Larshen Yunus melalui rilis yang diterima Swamedium.com, Jumat (9/6).

“Jangan enteng sekali mengadu sana sini, tapi pembuktian tidak jelas. Kami ingatkan sekali lagi, Ustadz Abdul Shomad tersebut adalah tokoh ulama yang sangat dihormati, jangan karena hal-hal spele justru menimbulkan kekacauan baru. Bukan hanya nama baik beliau selaku tokoh agama, masyarakat Riau pun akan merasakan hal yang sama, karena telah menganggap Ustadz Abdul Shomad sebagai Guru dan Panutan kehidupan sehari-hari,” urainya.

Penegasan tersebut juga disampaikan oleh Keluarga Besar Presidium Pusat GAMARI yang pada saat itu juga menghadiri acara Silaturahmi dan Buka Puasa bersama di Rumah Makan Pondok Patin dengan para Eksponen Aktivis Buruh Riau, Selasa (6/6) lalu.

“Kami imbau agar pihak kepolisian dapat lebih komperehensif lagi dalam menindaklanjuti laporan tersebut, agar tidak terjadi kekeliruan, yang justru dapat merugikan nama baik Ustadz Abdul Shomad tersebut. Kalaulah memang oknum yang mengadukan tersebut merujuk dari barang bukti video yang bersumber dari Youtube, maka sudah seharusnya pihak kepolisian dapat mengikutsertakan tim Cyber Crime, agar dilakukan gelar perkara, supaya jelas terkait dengan fakta atas Video yang disangkakan,” tutur Yunus.

Menurutnya, perlu dipahami, bahwa pembuktian atas hal-hal yang diadukan, dapat ditelusuri oleh orang-orang yang ahli dibidang IT, agar menghindari tindak kejahatan dari para Hacker, serta jangan sampai pengaduan ini ternyata hanya cara untuk melakukan kriminalisasi terhadap kaum ulama.

“Sebagaimana yang kita dengar baru-baru ini, bahwa MUI bekerjasama dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi, telah menyepakati bersama berkenaan dengan penggunaan media sosial. Bahkan MUI sendiri telah mengeluarkan Fatwa bagi kegiatan bermedsos,” ujar Yunus.

Satu diantaranya adalah melarang bagi siapa saja yang selama ini sembarangan dalam menyebarluaskan unggahan ataupun berita yang kebenarannya belum diketahui. MUI melalui Ketua Umum, KH. Ma’aruf Amin menjelaskan, apabila masyarakat menerima informasi ataupun pemberitaan yang bersumber dari media sosial.

“Sudah seharusnya mereka melakukan konfirmasi substansi dari makna pemberitaan tersebut, agar kelak tidak menimbulkan fitnah,” jelas Yunus yang juga merupakan Direktur Eksekutif FORMAPPI Riau.

Oleh karenanya, Yunus mengajak bagi seluruh masyarakat Riau untuk tidak terpancing situasi apalagi emosi.

“Mari bersama kita hindari hal-hal yang dapat memicu konflik. Kalau memang benar pengaduan tersebut telah ditanggapi oleh pihak Kepolisian, maka mari ikhtiar dan berbesar hati atas hal tersebut,” tuturnya.

Selaku masyarakat yang baik, kata Yunus, sudah semestinya legowo dan memberikan kepercayaan pada aparat kepolisian atas kasus yang dialami oleh Ustadz Abdul Shomad. Meski begitu, Ia meminta masyarakat tidak lengah dan terperdaya.

“Mari bersama ikut mengawasi perjalanan kasus ini, kita kawal sampai akhir, agar terlihat jelas, siapa yang benar dan siapa yang salah,” tegas Yunus. (ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)