Monday, 26 June 2017

test banner samping
test banner samping

Habib Rizieq Ulama Besar, Polri Jangan Gegabah

Habib Rizieq Ulama Besar, Polri Jangan Gegabah

Foto: Imam Besar FPI dan Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab mengatakan bahwa politik merupakan bagian dari ajaran Islam. (ist)

Pekanbaru, Swamedium.com — Gonjang-ganjing kasus Habib Rizieq Syihab sampai saat ini belum menemukan titik temu. Polisi harus hati-hati dalam melangkah, karena kasus ini belum jelas akar permasalahannya.

“Polri semestinya jangan gegabah, karena orang yang dihadapi ini bukanlah sembarangan, Habib Rizieq adalah sosok terhormat yang sudah menjadi bahagian dari kebesaran ulama Indonesia,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gema Saba Pekanbaru, Riau Larshen Yunus, melalui rilisnya, Sabtu (10/6).

Yunus menjelaskan, bahwa dalam kasus ini semua pihak harus hati-hati.

“Jangan sembrono, ingat siapa yang dihadapi. Habib Rizieq adalah ulama kita semua,” tutur Yunus dengan tegas.

Seperti penjelasan dari penasihat hukum Habib Rizieq di acara Indonesia Lawyer Club, TVOne beberapa waktu lalu, pihaknya justru bingung dan heran atas penetapan DPO terhadap Imam Besar FPI tersebut.

Seperti diketahui, pihak Habib Rizieq mengutarakan bahwa mereka sama sekali tidak berniat untuk melawan hukum, justru selama ini mereka kooperatif. Jangan karena Habib Rizieq masih di luar negeri kita anggap sebagai perlawanan.

“Iya benar, perlawanan atas ketidakjelasan dari aparat kepolisian kita,” tegas Yunus menjelaskan apa yang telah disampaikan Kapitra Ampera pada saat acara ILC tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar kita semua harus menarik diri, jangan gegabah. Persoalan ini juga bagian dari semua umat, sedikit saja yang tergores, maka bayarannya akan besar. Jangan sampai seluruh umat kembali membanjiri ibukota, demi sebuah perlawanan atas ketidakadilan dinegeri ini.

“Hindari proses yang tidak elok dan jangan sampai terjadi Kriminalisasi terhadap kaum Ulama,” tegas Yunus yang juga menjabat sebagai Ketua Presidium Pusat GAMARI.

Untuk itu, Yunus mengharapkan di kemudian hari, aparat di negeri ini harus lebih profesional lagi dalam bekerja, jangan ada pilih kasih.

Namun jika memang tidak ada kejelasan atas bukti-bukti yang valid, kata Yunus, maka sudah layak di SP3 kan. Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, lanjut Yunus, bahwa pengaduan terhadap Habib Rizieq tidak lebih dari sekedar bagian dari persoalan kepentingan politik.

“Kami kira ada yang dirugikan, maka Habib Rizieqblah sekarang yang jadi targetnya. Ada kepentingan besar dindalam kasus ini, pemain besar sedang bekerja,” tutur Yunus.

“Diatas segalanya, kami tidak menginginkan hal tersebut terjadi, kita ini sesama umat manusia, semua orang pasti pernah salah, pastilah khilaf dalam suatu hal, tapi jangan kita persulit dengan hal-hal seperti ini. ingat, bahwa Habib Rizieq itu ulama besar. Ulama yang sangat dihormati di Republik ini, jangan sesekali menyentuhnya dengan sikap yang tidak santun,” tambah Yunus.

Seperti wacana yang sudah berkembang, bahwa ada sekelompok orang yang mengatasnamakan pembela Habib Rizieq akan melakukan unjuk rasa besar-besaran.

“Apabila Polri sewenang-wenang terhadap kasus ini, dan kamipun setuju dengan niatan tersebut,” cetus Yunus.

Oleh karenanya, Gema Saba mendesak aparat kepolisian berhati-hati dan tidak gegabah dalam menangani kasus ini.

“Jangan ada dusta diantara kita, junjung tinggi konstitusi, maka dengan sendirinya, Habib Rizieq Syihab pun akan kembali pulang ke indonesia, tanpa harus ada upaya jemput paksa,” tegasnya.

“Kami pertegas sekali lagi, untuk jangan melakukan Kriminalisasi terhadap Kaum Ulama,” imbuh Yunus. (ls)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *