Monday, 23 October 2017

Keberuntungan bagi Orang yang Diasingkan Karena Bela Islam

Keberuntungan bagi Orang yang Diasingkan Karena Bela Islam

Foto: Peserta Aksi Super Damai 212. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Sayiddina Ibnu Umar RA menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Islam itu mula-mulanya asing, dan akan kembali menjadi asing seperti semula, ia akan kembali kepada dua masjid sebagaimana ular kembali ke sarangnya.” (HR. Muslim).

Dalam kenyataam sejarah mengatakan, bahwa datangnya Islam saat pertama kali dibawa oleh Rasulullah SAW, tidak ada orang yang mengenalnya, kecuali hanya keluarga dan shahabat-shahabat karib beliau SAW saja.

Setelah itu baru ada dari kalangan budak belia serta orang-orang lemah lainnya yang memeluk Islam. Kemudian berkembanglah sedikit demi sedikit di kalangan kaum Quraisy, walaupun mendapat perlawanan yang cukup keras dan intimidasi serta persekusi dari kaum kafir, hingga beliau SAW diperintahkan oleh Allah untuk berhijrah ke Madinah, maka di sanalah agama Islam semakin berkembang, bahkan secara terang-terangan didakwahkan ke negara-negara tetangga, hingga akhirnya dapat berkembang ke seluruh dunia.
Namun, sesuai dengan informasi mu’jizat Rasulullah SAW di atas, maka suatu saat di akhir jaman, ajaran Islam itu akan surut dan menyusut, hingga akhirnya menjadi asing lagi di telinga umat manusia.

Nanti, di saat ajaran Islam itu akan semakin punah di muka bumi, karena orang-orang yang mengaku beridentitas Islam pun akan semakin anti dan menjauhi produk aturan hukum syariat dalam segala bidang, karena mereka lebih senang mengacu kepada produk di luar aturan hukum syariat, maka saat itulah ada asekelompok orang yang minoritas dan kecil jumlahnya, akan berusaha bertahan dalam mengamalkan semua produk aturan hukum syariat.

Namun, di saat itulah lingkungan masyarakat yang ia hidup di dalamnya, tidak banyak yang mendukung gerakan purifikasi syariat Islam, sesungguhnya keberadaan kelompok kecil semacam ini pasti ada, namun keberadaannya dianggap tidak ada oleh masyarakatnya, bahkan cenderung akan dibully dan dicemooah, bila perlu dimusuhi untuk dimusnahkan.

Sy. Abu Hurairah RA menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bahagialah orang-orang yang terasing.”

“Siapakah orang yang terasing itu?” tanya shahabat.

Beliau SAW menjawab, “Orang-orang yang memperbaiki sesuatu dari sunnahku yang telah dirusak oleh orang lain, dan orang-orang yang menghidupkan sunnahku yang telah dirusak oleh orang lain.” (HR. Muslim, dan dinilai hadits Hasan oleh At-Tirmidzi).

Menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW yang dimaksud dalam hadits di atas ini adalah upaya melestarikan dan mengamalkan ajaran Alquran dan Hadits sesuai dengan perspektif para ulama salaf Ahlus sunnah wal Jamaah.

Sy. Abdullah bin Amru RA mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang-orang yang terasing itu adalah orang yang sedikit jumlahnya dan shaleh-shaleh di antara orang banyak. Orang yang membenci mereka dalam masyarakat lebih banyak dari pada yang mencintainya.” (HR. Ahmad)

Betapa beratnya perjuangan kelompok orang yang berjuang untuk melestarikan kemurnian ajaran Islam dari pengaruh perilaku dan pemahaman di luar agama Islam. Kelompok pemurnian syariat Islam dan pengamalnya ini akan dikucilkan oleh masyarakat dengan berbagai tuduhan miring, bahkan mungkin saja akan mendapatkan intimidasi yang membahayakan keselamatan mereka. Namun di hadapan Allah, kelompok kecil semacam inilah yang akan mendapatkan kemuliaan dan kehormatan sebagai para mujahid fi sabilillah.

Adapun pernyataan Rasulullah SAW tentang kemuliaan kelompok kecil pembela Islam di akhir jaman ini adalah, “Fa thuubaa lil gurabaa-i (maka sangat beruntung kaum yang terasingkan, karena membela agama Islam).”

Sumber: HALAMAN FB ASWAJA GARIS LURUS

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)