Saturday, 23 September 2017

Ketua UKP-PIP Bicara Ekonomi Pancasila di Bukber Alumni ANU Canberra

Ketua UKP-PIP Bicara Ekonomi Pancasila di Bukber Alumni ANU Canberra

Foto: Alumni ANU Canberra menggelar buka puasa bersama dan silaturahmi. (Nico/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Alumni The Australian National University (ANU), Canberra, Australia, mengadakan acara buka puasa bersama di Jakarta, Sabtu (10/6). Acara yang difasilitasi oleh Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) ini mengundang alumni lintas generasi mulai angkatan 1990-an hingga 2015.

Nampak puluhan peserta berlatar belakang berbagai profesi, baik pegawai pemerintah, BUMN, dosen, kyai, peneliti, pegiat NGO ataupun diplomat hadir dalam acara bertajuk “Buka Puasa Bersama: Edisi Tadarus Islam Kebangsaan” ini.

Yudi Latief, Alumni ANU tahun 1997 menjadi pembicara utama yang mengambil bahasan tentang “Makrifat Islam Kebangsaan”.

Dalam uraiannya Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) ini menjelaskan bahwa Pancasila sebagai sistem nilai dan landasan filosofi dalam berbangsa perlu direvitalisasi kembali dalam konteks kekinian dan kedisinian. Salah satunya melalui penerapan Pancasila dalam perekonomian ditengah ketimpangan yang sangat tajam saat ini.

Dalam uraiannya, Yudi mengatakan, konsep kepemilikan dalam Ekonomi Pancasila berada di tengah-tengah antara sistem Kapitalisme dan Sosialisme. Sehingga, kata Yudi, penguasaan lahan jutaan hektar oleh segelintir elit ekonomi nasional secara substansi adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Seharusnya berlaku inklusi ekonomi yaitu penerapan demokrasi ekonomi, dimana perekonomian tidak hanya dimonopoli oleh sedikit golongan kaya, namun juga bisa dinikmati oleh kelompok ekonomi lemah,” kata Yudi.

Dalam membangun, lanjut Yudi, seharusnya pemerintah tidak mematikan para pelaku ekonomi kecil yang ada. Yudi mencontohkan bagaimana Karawang yang dulunya adalah lumbung padi nasional dan sekarang telah berubah menjadi kawasan industri.

“Seharusnya alih fungsi lahan tidak seenaknya dilakukan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap keberlangsungan usaha rakyat kecil. Kalau perlu dibangun jalan layang diatas persawahan tanpa merusak fungsinya sebagai lahan pertanian”, ucap Ketua UKP-PIP.

Searah dengan materi yang disampaikan oleh Yudi Latief, Direktur Keuangan JIEP, Sitta Rosdaniah, dalam sambutannya menyatakan bahwa JIEP mendukung penuh upaya-upaya pemberdayaan UMKM melalui program-program usahanya. Disampaikan Sitta, dalam acara tersebut, sajian yang dihidangkan adalah produk-produk UMKM mitra binaan JIEP.

Bahkan dalam waktu dekat, ungkap Sitta, JIEP juga akan meluncurkan J-Mart, minimarket yang menggandeng UMKM agar bisa memasarkan produk-produknya.

“BUMN ini juga telah meluncurkan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) center, yaitu etalase sekaligus toko online bagi produk-produk UMKM binaan BUMN agar dapat bersaing di tingkat global,” ungkap Sitta.

Dia menyebutnya sebagai show case plus, yaitu sebuah sinergi antara BUMN dan mitra binaan. Harapannya UMKM dapat memanfaatkan platform yang sama dengan produk-produk BUMN, sehingga meningkatkan kelas UMKM baik secara kualitas dan kuantitas seperti packaging, desain, serta trend pasar.

“Diharapkan dengan PKBL center akan memicu UMKM menjadi lebih kreatif dan tangguh,” kata Sitta.

Disampaikan pula oleh alumni ANU ini bahwa JIEP akan membangun convention center pada akhir tahun ini, melengkapi program-program yang sudah ada seperti Halal Zone, Warehouse for E-Commerce, Creative Industry Center, Financial Center, Warehouse, Standard Factory Building dan Industrial Land Parcel.

“Alumni ANU diharapkan bisa menjadi agen bagi penerapan nilai-nilai Pancasila di berbagai sektor dan bidang kehidupan,” tutup Yudi Latief dalam acara yang juga menjadi temu kangen sekaligus silaturahmi ini. (Nico Andrianto/jurnalis warga)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)