Friday, 20 April 2018

Pekan Raya Jakarta, Awalnya untuk Peringati HUT Ratu Belanda

Pekan Raya Jakarta, Awalnya untuk Peringati HUT Ratu Belanda

Foto: Suasana Pasar Gambir tahun 1925. Koleksi foto Museum Troppen Belanda. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran (JFK) yang tahun 2017 merupakan penyelenggaraan ke-50, mulanya adalah pasar malam yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari penobatan Ratu Wilhelmina, Ratu Belanda.

Pertama kali diselenggarakan pada tahun 1898, seiring dengan penobatan Ratu Wilhelmina pada 31 Agustus 1898 sekaligus merupakan Hari Ulang Tahun Ratu Wilhelmina. Sejak itu, pasar malam yang digelar di lapangan Koeningsplein (kini lapangan Monumen Nasional/Monas) menjadi agenda rutin yang dihelat saban tahun.

Karena lokasinya yang berada di wilayah Gambir, pasar malam ini dikenal pula sebagai Pasar Gambir. Penyelenggaraannya antara bulan Agustus dan September.

Mulanya digelar selama satu pekan. Namun mengingat minat masyarakat yang sangat tinggi, pasar malam tersebut digelar selama dua pekan. Tahun 1906 jumlah pengunjung tercatat 75.000 orang dan meningkat menjadi 334.985 orang pada 1921.

Pihak Kota Praja selaku penyelenggara membagi kegiatan menjadi dua stand, terbuka dan tertutup. Stand terbuka tidak dipungut biaya. Pertunjukannya lotere, permainan konel, pertunjukkan layar tancap yang memutar film komedi Charlie Chaplin.

Sedangkan stand tertutup dikenakan biaya masuk 10 sen untuk pribumi dan 25 sen untuk pengunjung asal Belanda dan Eropa lainnya yang saat itu tengah berada di Batavia (sebutan untuk kota Jakarta di masa pemerintahan Hindia-Belanda).

Di stand tertutup yang bayar ini ada pertunjukan sulap Schand, motor dalam keranjang, tong setan, aksi manusia dibakar, tarian Alloha Hawai, dan Dancing Hall. Pada tahun 1923, pertunjukan Karapan Sapi dari Madura juga diadakan di Pasar Gambir.

Tarian Doger, Kerak Telor Hingga Laksa

Pada tahun 1937, Pasar Gambir mulai mempertunjukkan kesenian rakyat seperti tarian doger, wayang wong, dan ketoprak. Diadakan pula perlombaan keroncong, dansa, paduan suara, kasti, laying-layang, panjat pohon pinang, dan bahkan pertandingan sepak bola pun pada tahun ini ikut ditampilkan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)