Thursday, 24 August 2017

Inilah Lima Isu Krusial dalam RUU Penyelenggaraan Pemilu

Inilah Lima Isu Krusial dalam RUU Penyelenggaraan Pemilu

Foto: Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang (Pansus RUU) Pemilihan Umum (Pemilu), Lukman Edy. (DPR RI)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu, Lukman Edy menjelaskan, kemungkinan Pansus akan menggunakan sistem paket dalam memutuskan lima isu krusial. Keputusan itu akan dilakukan pada Selasa (13/6) besok.

Kelima isu krusial itu adalah ambang batas parlemen, ambang batas partai mengajukan calon presiden, kuota suara per-daerah pemilihan, sistem pemilu, dan metode konversi suara.

“Tawaran pengambilan keputusan dengan menggunakan sistem paket oleh fraksi fraksi di pansus bisa dipertimbangkan, paling tidak ada empat variasi,” kata Lukman Edy di Jakarta, Senin (12/6) seperti dikutip Republika.

Lukman menjelaskan, dalam variasi pertama, ambang batas parlemen sebesar 5 persen, ambang batas partai mengajukan calon presiden sebesar 10-15 persen, kuota suara per daerah pemilihan 3-8, sistem pemilu terbuka, dan metode konversi suara jenis sainta lague murni.

“Untuk variasi kedua, ambang batas parlemen sebesar 5 persen, ambang batas partai mengajukan calon presiden sebesar 20-25 persen, kuota suara per-daerah pemilihan 3-8 suara, sistem pemilu terbuka terbatas, dan metode konversi suara sainta lague murni,” ujarnya.

Kemudian Lukman menambahkan, untuk variasi ketiga, ambang batas parlemen 4 persen, ambang batas partai mengajukan calon presiden 0 persen, kuota suara per-daerah pemilihan 3-10 suara, sistem pemilu terbuka, dan metode konversi suara quota harre.

Sedangkan untuk variasi keempat, yakni ambang batas parlemen 4 persen, ambang batas partai mengajukan calon presiden 10-15 persen, kuota suara per-daerah pemilihan 3-10 suara, sistem pemilu terbuka terbatas, dan metode konversi suara sainta lague murni.

Selain itu Lukman juga menjelaskan, bahwa Pansus Pemilu menunda pengambilan keputusan terhadap lima isu krusial tersebut dalam rapat pansus pada Kamis (8/6) lalu.

Menurut dia, penundaan itu disebabkan adanya permintaan dari beberapa fraksi, terutama Fraksi PDI Perjuangan yang meminta diberikan kesempatan untuk mengadakan lobi fraksi yang melibatkan penentu kebijakan di partai politik masing masing.

“Dalam raker pansus Kamis (8/6) juga diungkapkan usulan untuk memakai sistem paket dalam mengambil keputusan terhadap lima isu krusial, dengan alasan masing-masing isu itu saling berkait,” ungkapnya.

Meski begitu Lukman menegaskan, ada atau tidak ada kesepakatan lintas fraksi dalam lobi-lobi yang telah dilakukan sampai dengan hari Selasa (13/6), keputusan tetap akan diambil.

“Akan diupayakan musyawarah mufakat, namun langkah terakhir dengan pemungutan suara juga menjadi pilihan,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()