Friday, 23 June 2017

test banner samping
test banner samping

Perbaiki Kinerja Garuda, Pahala Siapkan 10 Strategi Bisnis

Perbaiki Kinerja Garuda, Pahala Siapkan 10 Strategi Bisnis

Jakarta, Swamedium.com – Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk menyiapkan 10 strategi untuk memperbaiki kinerjanya yang terus merosot.Maskapai kebanggaan rakyat Indonesia ini dikhawatirkan bangkrut karena beban utangnya sangat besar.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Pahala N Mansury mengatakan Garuda akan fokus melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan melalui sepuluh inisiatif kinerja finansial dan bisnis. Tujuannya, agar kondisi operasional serta keuangan Garuda bisa lebih baik lagi.

“Dan kami cukup optimistis hal tersebut bisa tercapai pada satu hingga dua tahun mendatang,” kata Pahala usai kegiatan paparan publik kesiapan angkutan lebaran di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Minggu (11/6).

Pahala mengklaim saat ini kondisi perusahaan dari sisi operasional sudah baik. Layanan kepada pelanggan, kata dia, juga sudah bagus. Adapun tantangan yang harus dihadapi adalah upaya peningkatan kinerja finansial secara berkelanjutan untuk memastikan sustainability business tetap terjaga.

“Kami pastikan fase siklus bisnis yang saat ini dilalui Garuda Indonesia bersifat temporer, mengingat seluruh lini perangkat bisnis perusahaan baik dari aspek infrastruktur, SDM, serta produk sudah memiliki platform yang baik dan bisa menunjang upaya perbaikan kinerja perusahaan,” ujarnya.

Adapun 10 inisiatif strategi kinerja finansial yang akan dilakukan perusahaan antara lain melalui optimalisasi armada serta menurunkan biaya armada yang ada selama ini. Selain itu, perusahaan juga akan meningkatkan kualitas pelayanan, terutama ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan pesawat.

Garuda, kata Pahala, juga akan terus mengembangkan channel distribusi marketing mulai dari peningkatan value partnership dengan agen perjalanan, hingga maksimalisasi channel digital marketing perusahaan.

Pahala melanjutkan Garuda Indonesia juga akan membenahi sistem pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari pengguna jasa agar kondisi perusahaan bisa terus membaik.

Perbaikan keuangan perusahaan, kata dia, juga dilakukan dengan mengevaluasi sejumlah rute penerbangan yang kemungkinan bisa saja ditambah maupun dikurangi frekuensinya. Hal tersebut terkait dengan upaya maksimalisasi kapasitas armada secara tepat guna khususnya pada rute-rute yang kompetitif.

“Perusahaan masih akan menambah rute penerbangan sepanjang memang menguntungkan dan kompetitif, disamping bisa meningkatkan penggunaan pesawat yang ada,” tutup Pahala.

Utang Membengkak

Seperti diketahui, kinerja bisnis Garuda Indonesia sejak tahun 2015 merosot, sementara utangnya semakin membengkak. Kendati tahun 2016, Garuda masih mencetak laba bersih sebesar Rp124,5 miliar atau 9,36 juta dollar AS, angka itu turun 88 persen dibandingkan laba bersih tahun 2015 yang sebesar Rp1,03 triliun atau 78 juta dollar AS.

Laba bersih yang merosot di tahun 2016 itu berlanjut pada tiga bulan pertama tahun 2017 dimana Garuda mengalami kerugian yang cukup mendalam sekitar Rp1,31 triliun.

Di sisi lain utangnya terus meningkat. Sejak tahun 2015, utang Garuda Indonesia mencapai Rp32,5 triliun, meningkat di tahun 2016 menjadi Rp36,6 triliun dan meningkat lagi di tahun 2017 menjadi Rp39,6 triliun.

Koalisi Pemerhati Penerbangan, Mahfud L mengatakan hal ini harus diketahui oleh publik karena sekarang terkesan tidak ada masalah tapi merugikan uang negara yang banyak.

“Kita sebagai masyarakat melihat dari luar Garuda Indonesia itu bagus. Tapi aneh saja kuartal pertama saja sudah rugi triliunan dan utang yang sangat besar. Ini aset negara yang harus kita selamatkan,” tegas Mahfud dalam keterangan persnya. (maida)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *