Wednesday, 17 January 2018

Ada Komunitas “Ketimbang Ngemis” di Surabaya

Ada Komunitas “Ketimbang Ngemis” di Surabaya

Foto: Komunitas Ketimbang Ngemis Surabaya. (Yetty/jurnalis warga/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Dilihat dari nama komunitasnya unik, “Ketimbang Ngemis Surabaya”, komunitas sosial ini mencoba mengedukasi para penerima bantuannya.

Ketimbang Ngemis Surabaya, merupakan komunitas yang bergerak di bidang sosial yang mengajak kepada semua lapisan masyarakat Indonesia untuk tidak mengemis dan mengajak untuk selalu berusaha daripada mengemis.

Komunitas ini akan mengapresiasi banyak masyarakat yang tetap produktif sekalipun usianya telah senja dan pada mereka-mereka yang berjuang didalam hidupnya. Mereka yang bertahan dengan sebuah profesi yang sederhana dan penghasilan yang kecil pula dibandingkan harus mengemis.

Karenanya, ada metode khusus untuk mencari para “sasaran”nya. Komunitas ini melakukan pendekatan pada target dengan detail dan berkelanjutan. Mengetahui latar belakang si penerima bantuan menjadi mekanisme wajib sebelum memberi bantuan.

Foto: Kegiatan Komunitas Ketimbang Ngemis Surabaya. (Yetty/jurnalis warga/swamedium)

Komunitas yang didirikan oleh Rizky Wijaya, pemuda asal Yogyakarta, sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia.

“Jumlah komunitas Ketimbang Ngemis ini sudah tersebar di 38 kota di Indonesia, salah satunya Surabaya,” ujar Shabrina, Humas Ketimbang Ngemis Surabaya.

Di Surabaya, komunitas ini sudah mulai berkontribusi sejak Juni 2015 lalu. Berbeda dengan kebanyakan komunitas yang berkiprah di bidang sosial lainnya, kata Shabrina, Ketimbang Ngemis Surabaya tidak hanya memberikan bantuan, namun juga melakukan pendekatan intensif terhadap si calon penerima bantuan.

“Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah sosok tersebut berhak dan pantas diberi santunan dan apresiasi,” tambah Shabrina lagi.

Menurutnya, di kota besar seperti Surabaya, Jakarta dan seterusnya, banyak sekali orang-orang yang sengaja memanfaatkan peluang menjadi miskin untuk mengharapkan belas kasihan. Bahkan,
Shabrina mengungkapkan, jumlahnya hampir seimbang dengan mereka yang benar-benar miskin dan hidup di jalanan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (3)

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)