Sunday, 20 August 2017

Ada Komunitas “Ketimbang Ngemis” di Surabaya

Ada Komunitas “Ketimbang Ngemis” di Surabaya

Foto: Komunitas Ketimbang Ngemis Surabaya. (Yetty/jurnalis warga/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Dilihat dari nama komunitasnya unik, “Ketimbang Ngemis Surabaya”, komunitas sosial ini mencoba mengedukasi para penerima bantuannya.

Ketimbang Ngemis Surabaya, merupakan komunitas yang bergerak di bidang sosial yang mengajak kepada semua lapisan masyarakat Indonesia untuk tidak mengemis dan mengajak untuk selalu berusaha daripada mengemis.

Komunitas ini akan mengapresiasi banyak masyarakat yang tetap produktif sekalipun usianya telah senja dan pada mereka-mereka yang berjuang didalam hidupnya. Mereka yang bertahan dengan sebuah profesi yang sederhana dan penghasilan yang kecil pula dibandingkan harus mengemis.

Karenanya, ada metode khusus untuk mencari para “sasaran”nya. Komunitas ini melakukan pendekatan pada target dengan detail dan berkelanjutan. Mengetahui latar belakang si penerima bantuan menjadi mekanisme wajib sebelum memberi bantuan.

Foto: Kegiatan Komunitas Ketimbang Ngemis Surabaya. (Yetty/jurnalis warga/swamedium)

Komunitas yang didirikan oleh Rizky Wijaya, pemuda asal Yogyakarta, sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia.

“Jumlah komunitas Ketimbang Ngemis ini sudah tersebar di 38 kota di Indonesia, salah satunya Surabaya,” ujar Shabrina, Humas Ketimbang Ngemis Surabaya.

Di Surabaya, komunitas ini sudah mulai berkontribusi sejak Juni 2015 lalu. Berbeda dengan kebanyakan komunitas yang berkiprah di bidang sosial lainnya, kata Shabrina, Ketimbang Ngemis Surabaya tidak hanya memberikan bantuan, namun juga melakukan pendekatan intensif terhadap si calon penerima bantuan.

“Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah sosok tersebut berhak dan pantas diberi santunan dan apresiasi,” tambah Shabrina lagi.

Menurutnya, di kota besar seperti Surabaya, Jakarta dan seterusnya, banyak sekali orang-orang yang sengaja memanfaatkan peluang menjadi miskin untuk mengharapkan belas kasihan. Bahkan,
Shabrina mengungkapkan, jumlahnya hampir seimbang dengan mereka yang benar-benar miskin dan hidup di jalanan.

Shabrina menuturkan, untuk membedakan mana yang benar miskin atau tidak pun amat sangat tipis perbedaanya. Itulah yang membuat Ketimbang Ngemis merasa bahwa pendekatan pada target adalah hal yang penting. Dengan begitu, lanjut Shabrina, program-program akan berjalan sesuai dengan target dan sasaran yang tepat.

Foto: Penerima bantuan Komunitas Ketimbang Ngemis Surabaya. (Yetty/jurnalis warga/swamedium)

Wanita alumnus Institut Sepuluh Nopember Surabaya ini kemudian menjelaskan program-program yang dijalankan oleh Ketimbang Ngemis Surabaya.

“Program kita antara lain adalah Kejutan (Gerakan Wujud dan Nyatakan), Minggu Berkah, kemudian Sambang Sosok,” paparnya.

Setiap program yang dijalankan memakan waktu selama 2–3 bulanan karena tim Ketimbang Ngemis harus melakukan berbagai pendekatan untuk menggali informasi target.

Yang diutamakan adalah mereka yang sudah senja namun tetap produktif dan yang memiliki keterbatasan atau disabilitas. Sejauh ini tim Ketimbang Ngemis sudah mengapresiasi para pekerja-pekerja kecil dengan apresiasi berupa kebutuhan sehari-hari yang nilainya berkisar Rp 500.000 – Rp 1.000.000.

Shabrina mengungkapkan, dana mereka dapat dari hasil kas internal dan open donation dari media sosial ini mereka salurkan sendiri ke rumah para target penerima bantuan tersebut.

“Bagi kami, goal yang ingin dicapai tidak hanya tentang material saja, namun juga pada imaterial, dan keep in touch pada komunikasinya,” jelas Shabrina. Itu sebabnya, kata Shabrina, komunitas ini juga menggagas program sambang sosok.

Program itu adalah program kunjungan silaturahim kepada sosok-sosok yang dulunya pernah diberi bantuan, untuk mengetahui keadaan mereka yang sebagian sudah senja.

“Karena bagi kami, sosial tidak hanya tentang menyuarakan banyak hal di media sosial saja, tapi tentang hubungan sosial yang baik pada mereka yang membutuhkan,” tegasnya. (yty/jurnalis warga)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()