Wednesday, 27 September 2017

Desak Tangguhkan Penahanan, Keluarga Ustadz Al Khaththath Temui Fadli Zon

Desak Tangguhkan Penahanan, Keluarga Ustadz Al Khaththath Temui Fadli Zon

Foto: Keluarga Ustadz Al Khaththath menemui Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Forjim)

Jakarta, Swamedium.com — Menindaklanjuti pertemuan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan Anggota Komisi III DPR RI ke Mako Brimob 18 April lalu, istri Ustadz Al Khaththath, Kusrini Ambarwati (49) menemui Fadli Zon di ruang kerjanya di Gedung DPR, Komplek Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/6).

“Kami ingin penahanannya ditangguhkan sebelum lebaran, jadi kami bisa berkumpul sekeluarga di hari raya idul fitri,” kata Kusrini.

Menurut dia, kedatangannya menemui Fadli Zon, agar wakil rakyat itu dapat mendorong penahanan terhadap suaminya dapat ditangguhkan.

“Sebagai Wakil Rakyat kita berharap bisa mendorong penahanan Ust Khaththath ditangguhkan. Alhamdulillah Ustadz baik-baik saja, setelah ini kami kesana, kebetulan kemarin Senin (12/6), hari miladnya,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, Kusrini menceritakan beberapa kesulitan yang dialami Ustadz Al Khaththath, yakni sempat dipersulit oleh Kepolisian untuk melaksanakan Sholat Jumat. Walaupun akhirnya diperbolehkan, namun tetap di Musholah Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

“Karena di Musholah iya tergantung adanya orang disitu, kadang 3-4 orang saja. Minta doanya ya,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Fadli Zon menuturkan keprihatinannya, penahanan Ustadz Al Khaththath sudah berlangsung selama 2,5 bulan lebih dan hanya dilakukan 1 kali pemeriksaan namun tidak ada kejelasan status dengan tuduhan makar dan tanpa ada bukti yang kuat.

“Jadi saya kira harus ada pembebasan, setidak-tidaknya ada penangguhan penahanan atas permintaan istri, keluarga dan anak-anaknya. Saya kira tidak perlu ada yang dikhawatirkan dari pihak Kepolisian,” tutur Fadli.

Fadli menilai, jangan sampai Kapolda Metro Jaya melanggar hak asasi manusia, karena penahanan tanpa ada kejelasan dan suatu bukti yang jelas, hal itu merupakan pelanggaran HAM.

“Jadi saya kira sudah saatnya saudara Al Khaththath ini dibebaskan, tetapi ini kan sumir sekali. Kami nanti akan menyurati langsung pihak Kepolisian, kami juga akan minta Komisi III untuk mengangkat kasus ini di RDP,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, penahanan Sekjen FUI diperpanjang sampai 29 Juni 2017. Ia diduga terlibat dalam pemufakatan makar pada aksi 313 lalu. Aksi ini digelar FUI untuk menyuarakan keadilan dan menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diberikan hukuman maksimal karena kasus penistaan agama. (ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)