Monday, 23 October 2017

Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kota Mataram Terendam Banjir

Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kota Mataram Terendam Banjir

Foto: Sejumlah wilayah di Kota Mataram, NTB terendam banjir. (Syamsul/jurnalis warga/swamedium)

Mataram, Swamedium.com — Hujan deras yang mengguyur Kota Mataram sejak Senin siang hingga malam hari ini membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela misalnya, banjir telah mengepung rumah warga hingga setinggi pinggang orang dewasa.

“Saya belum tahu pasti, berapa jumlah rumah warga yang terendam. Tapi, yang cukup parah itu di dua lingkungan, yaitu di Mapak Dasan dan Mapak Belatung,” kata Mohammad Yusuf, Lurah Jempong Baru, saat dikonfirmasi SwaMedium.com pada Senin, (12/6) kemarin.

Hingga petang ini, debit air masih cukup tinggi. Kondisi tersebut diperparah dengan tersumbatnya saluran irigasi yang ada di wilayah tersebut.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, banjir kali ini tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dan intens, tetapi juga karena tidak adanya tanggul penahan air kiriman yang datang dari wilayah Kabupaten Lombok Barat.

“Karena air yang datang dari hulu cukup deras, sementara di bagian hulu tidak ada tanggul penahan. Makanya airnya meluap dan masuk ke rumah warga,” bebernya.

Untuk itu, Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram segera turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi di lapangan. Ia juga berharap, BPBD membuat tanggul sementara, agar air tidak semakin leluasa menggenangi rumah warga.

Dalam pantauan SwaMedium.com, selain Kelurahan Jempong Baru, wilayah lain yang tergenang banjir adalah Kelurahan Kekalik. Sebagian besar ruas jalan di daerah tersebut dipenuhi air setinggi lutut orang dewasa.

Beberapa pengendara sepeda motor yang melewati jalan Panji Tilar, terpaksa menghentikan perjalanannya, karena khawatir terseret arus banjir. (Syamsul/jurnalis warga)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)