Tuesday, 21 November 2017

Menolak Pacaran lewat Komunitas Pelajar Tanpa Pacaran

Menolak Pacaran lewat Komunitas Pelajar Tanpa Pacaran

Foto: Komunitas Pelajar Tanpa Pacaran. (Yetty/jurnalis warga/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Hasil survei Komnas Perempuan pada 2008 menyebutkan, sebanyak 63 persen gadis remaja SMP sudah tidak memiliki keperawanan lagi. Remaja yang jumlahnya 30 persen dari 245 juta penduduk Indonesia paling rawan terkena imbas salah pergaulan, berupa penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan bahaya HIV/AIDS.

Kemudian, tahun 2012 menunjukkan 48 orang dari 1.000 remaja putri usia 15-19 tahun sudah melahirkan. Sekitar 2 juta dari 7,3 perempuan Indonesia berusia di bawah 15 tahun sudah menikah dan putus sekolah. Jumlah itu diperkirakan naik menjadi 3 juta orang pada 2030. Banyak dari remaja berusia kurang dari 21 tahun memilih untuk menikah dengan berbagai alasan, salah satunya adalah terjerumus dalam pacaran.

Hal itulah yang membuat pria bernama Alfian, merasa miris dan memprihatinkan.

“Masa depan bangsa ini ada di tangan para pelajar,” ujarnya tegas ketika ditemui di SMA Muhammadiyah 3 Surabaya.

Menurutnya, pacaran adalah salah satu budaya yang nantinya akan merusak moral pelajar atau generasi mudanya.

“Harus ada pergerakan untuk merubah ini” tandasnya.

Berangkat dari rasa keprihatinan itu, lahirlah komunitas Pelajar Tanpa Pacaran. Komunitas yang digagas karena peduli pada krisis moral yang dihadapi oleh pelajar bangsa Indonesia.

Komunitas ini sudah diluncurkan sejak Desember 2016 lalu. Komunitas ini juga disahkan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan MUI kota Surabaya.

“Dinas pendidikan dan MUI sangat mengapresiasi kegiatan ini” paparnya.

Alfian pun menjelaskan bahwa mulanya, komunitas ini hanyalah berbentuk sebuah gerakan, yakni gerakan tanpa pacaran. Namun, menyadari sifat gerakan yang hanya momentum, pria yang juga mahasiswa semester akhir Universitas Muhammadiyah Surabaya ini merubah konsepnya menjadi komunitas.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)