Tuesday, 21 November 2017

MUI Minta Mendikbud Bijak Keluarkan Pernyataan

MUI Minta Mendikbud Bijak Keluarkan Pernyataan

Foto: Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Adanya polemik penghapusan pendidikan agama di sekolah membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkepentingan mengkritisi hal itu. Alasan penghapusan pendidikan agama karena di rapor siswa akan diambil dari pendidikan di madrasah diniyah, masjid, pura, atau gereja.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi menilai, wacana tersebut bertentangan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional khususnya Pasal 12 (1) butir a. UU tersebut mengamanatkan, setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.

“Dalam UU Sisdiknas ditegaskan bahwa kewajiban memberikan pendidikan agama itu pada setiap Satuan Pendidikan,” kata Zainut, di Jakarta, Rabu (14/6)

Pengertian Satuan Pendidikan dalam UU ini, lanjut Zainut, sebagaimana tertulis dalam ketentuan umum adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

“Adalah hak siswa mendapat pendidikan agama merupakan hak yang melekat pada setiap siswa, baik yang belajar di jalur formal, nonformal maupun informal,” tandasnya.

Menurut Zainut, pihak sekolah sebagai pengelola pendidikan jalur formal wajib memberikan pendidikan agama.

“MUI sekali lagi mohon kepada Mendikbud untuk lebih bijak dalam mengeluarkan pernyataan apalagi menyangkut hal yang sangat sensitif dan berpotensi menimbulkan kegaduhan,” tukasnya.

Zainut juga menuturkan, banyak masalah pendidikan yang belum tertangani dengan baik. Misalnya masalah sarana pendidikan, tenaga kependidikan, masalah ujian akhir sekolah, hingga pelaksanaan kurikulum 2013 yang sampai saat ini belum tuntas. 

“Lebih baik Pak Menteri fokus bekerja menyiapkan anak didik lebih berprestasi. Daripada terjebak pada polemik yang tidak produktif,” pungkasnya. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)