Wednesday, 27 September 2017

Pengamat Ekonomi Sambut Baik Lahirnya 212Mart

Pengamat Ekonomi Sambut Baik Lahirnya 212Mart

Foto: Pengamat ekonomi Avilliani. (koperasi syariah 212)

Jakarta, Swamedium.com — Pakar ekonomi Avilliani menilai, secara umum Koperasi Syariah 212 (KS 212) berangkat dari semangat besar dan citra yang kuat.

Menurut dia, kalau KS 212 ini dikelola dengan baik menjadi contoh baru untuk koperasi nasional.

“Kalau dikelola dengan ghiroh dan komitmen profesional para pengurusnya, Koperasi Syariah 212 akan jadi bukti perjuangan ekonomi syariah yang mendorong kebangkitan ekonomi umat,” ujar Aviliani ketika ditemui di kantor INDEF, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sebab menurut dia, ghirah KS 212 ini salah satunya menjadikan koperasi sebagai institusi bisnis sosial. Hal ini, kata Avilliani, akan membuat titik temu antara ekonomi syariah dengan konsep koperasi yaitu bisnis yang memberi dampak kepada anggotanya sehingga bisa menciptakan distribusi ekonomi yang lebih baik.

Aviliani juga menyarankan, dalam pengembangan bisnis KS 212 sebaiknya agar anggotanya dimulai dengan sistem franchise, misalnya seperti Alfamart ingin dibeli menjadi 212 Mart.

Hal itu dilakukan, lanjut Avilliani, sebagai upaya untuk memudahkan dengan cepat bisnis ritel berkembang. Dengan sistem franchise ini, menurutnya, bisa mempertemukan antara penyuplai sampai toko dan penjual barang-barang atau distributor.

“Koperasi Syariah 212 ini ke depannya, bisa juga main di sektor pertanian dan perindustrian. Jangan mulai koperasi itu dari simpan pinjam. Tapi mulainya dengan menjual barang-barang UKM, justru itu yang harus dibantu pemasarannya,” tuturnya.

Terkait telah didirikannya tujuh kios 212Mart besutan KS 212, Aviliani menyambut dengan baik. Salah satunya 212 Mart Pekayon adalah konsorsium dari Indomaret yang dibeli.

“Itu bagus bisa beli Indomaret. Saya menyambut baik hadirnya 212Mart,” ujarnya.

Yang penting kata dia, pengurus 212Mart harus orang yang profesional dan mengedepankan semangat sehingga dapat mendorong kebangkitan ekonomi umat.

Dalam kesempatan itu, Aviliani menyarankan, agar dalam pengembangan 212Mart ada pojok khusus bagi produk-produk UKM.

“Jangan kaya Indomaret dan Alfamart, nggak ada bedanya dong yang hanya menjual punya Unilever. Tapi bagaimana 212Mart itu benar-benar ada pojok yang menjual produk hasil UKM para anggotannya,” tandasnya.

Terpenting lagi, kata Avilliani, mulailah dengan model bagi hasil dalam pengembangan bisnis ritel dan lainnya. Karena ia menilai, saat ini pengelola bisnis atau usaha bisnis syariah yang menjalankan sistem bagi hasil baru Hotel Sofyan dan rumah makan Padang Sederhana.

”Nah, 212Mart ini dengan mengedepankan sistem syariah harus mengedepankan sistem bagi hasil kepada anggotanya dari keuntungan yang diraih,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, saat ini di negara manapun mengembangkan sistem syariah. Menurutnya, sistem syariah ini tidak membuat orang malas malah termotivasi untuk berkembang. Hal ini dikarenakan ada sistem bagi hasil selain fixed income membuat anggota lebih rajin.

”Misalnya, rajin belanja di 212Mart, banyak untungnya dapat bonus dan berkah. Sistem bagi hasil ini dikembangkan lebih baik akan menjadi contoh buat yang lainnya,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)