Wednesday, 27 September 2017

Serikat Guru Protes Waktu Belajar Jadi 8 Jam Sehari

Serikat Guru Protes Waktu Belajar Jadi 8 Jam Sehari

Jakarta, Swamedium.com – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberlakukan waktu belajar sekolah menjadi 8 jam per hari diprotes banyak pihak. Kebijakan itu dinilai tidak peka terhadap anak sekolah di daerah.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengkritik keras rencana kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy terkait waktu belajar sekolah lima hari dalam sepekan. Kebijakan itu tidak berorientasi pada kepentingan anak-anak.

“Indonesia bukan Jakarta, Indonesia juga bukan hanya kota. Kebijakan tersebut berangkat dari pikiran masyarakat kota besar, tidak melihat fakta jutaan anak sekolah yang ada di negeri ini,” ujar Sekretaris Jenderal FSGI Retno Listyarti yang dilansir metronews di awal pekan ini.

Retno mengatakan banyak pelajar di Indonesia yang tidak memiliki akses akomodasi yang memadai. Bila waktu belajar sekolah menjadi 8 jam per hari, maka banyak pelajar sekolah yang harus pulang dengan berjalan kaki.

“Banyak daerah yang angkotnya hanya sampai pukul 15.00, banyak anak tak sabar menanti saat bermain dengan teman-temannya di lingkungan rumah,” sesal Retno.

Tak hanya itu, sekolah 8 jam per hari juga bakal menambah biaya bekal makan siang. Padahal, sambung Retno banyak orang tua murid yang tak memiliki biaya lebih untuk bekal makan sang anak.

“Banyak juga anak (pelajar) yang harus membantu orang tuanya sepulang sekolah,” papar dia.

Retno menilai kebijakan itu terkesan dipaksakan karena masih banyak sekolah yang tidak memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Bahkan sarana dan prasarana sekolah yang tak layak, banyak.

“Bagi saya, kualitas pendidikan itu tidak ditentukan oleh lamanya belajar di sekolah. Apalagi banyak sekolah di Indonesia yang sarana dan prasarananya tak memadai untuk anak betah di sekolah,” pungkas Retno.(maida)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)