Monday, 26 June 2017

test banner samping
test banner samping

BPS: Kenaikan Tarif Listrik dan BBM Berdampak pada Garis Kemiskinan

BPS: Kenaikan Tarif Listrik dan BBM Berdampak pada Garis Kemiskinan

Foto: Badan Pusat Statistik (BPS). (Ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan angka kemiskinan bisa terus naik jika harga-harga yang mempengaruhi hajat hidup rakyat yang diatur pemerintah seperti tarif dasar listrik dan harga bahan bakar minyak (BBM) terus mengalami kenaikan.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M. Sairi Hasbullah mengatakan, tarif listrik, harga BBM, hingga harga gas memiliki pengaruh yang kuat sekali terhadap kenaikan garis kemiskinan.

“Sebetulnya, TDL (Tarif Dasar Listrik) itu memang pengaruhnya kuat sekali. Artinya, kenaikan tarif listrik, harga BBM, Gas. Itu akan berdampak pada garis kemiskinan,” kata Sairi di kantor pusat BPS, beberapa waktu lalu.

Terkait definisi penduduk miskin, ia menjelaskan, adalah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Artinya, dengan naiknya garis kemiskinan, maka secara otomatis, jumlah penduduk miskin yang ada di Indonesia pun dapat bertambah.

“Jadi kalau garis kemiskinan naik, maka dia (masyarakat miskin) akan sulit sekali dia melampaui (garis kemiskinan),” ucapnya.

Sairi mengakui, jika tarif listrik dan harga BBM terus naik, target pemerintah yang akan menurunkan angka kemiskinan di bawah 10 persen pada tahun ini akan sulit tercapai.

“Target pemerintah kan menurunkan angka kemiskinan di bawah 10 persen. Nanti bulan Juli akan kita umumkan lagi angka kemiskinan,” tutur dia,

Berdasarkan data terakhir BPS, angka kemiskinan Indonesia per September 2016 tercatat sebesar 10,7 persen dati total penduduk Indonesia atau sekitar 27,76 juta jiwa. Angka ini hanya turun tipis dibandingkan dengan Maret 2016 sebesar 10,86 persen. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *