Saturday, 25 November 2017

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mulai Itikaf?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mulai Itikaf?

Jakarta, Swamedium.com — Kapankah seseorang yang beri’tikaf sepuluh hari terakhir Ramadhan mulai masuk masjid?

Ada perselisihan para ulama dalam masalah ini. Jumhur atau mayoritas ulama berpendapat bahwa masuknya adalah sebelum matahari tenggelam pada malam ke-21 dari bulan Ramadhan.

Ada hadits dari ‘Aisyah yang disebutkan dalam Bulughul Marom karya Ibnu Hajar Al Asqolani pada hadits no. 700.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ صَلَّى اَلْفَجْرَ, ثُمَّ دَخَلَ مُعْتَكَفَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa jika ingin i’tikaf, beliau shalat Shubuh dahulu, kemudian beliau masuk ke tempat i’tikafnya.” Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2033 dan Muslim no. 1173).

Beberapa faedah dari hadits di atas:
1- Tekstual hadits menunjukkan bahwa orang yang beri’tikaf disunnahkan masuk ke tempat i’tikaf setelah shalat Shubuh pada hari ke-21. Inilah pendapat dari Imam Ahmad, Al Auza’i dan pendapat yang dicondongi Ash Shon’ani.

Namun ada pendapat yang lain yang jadi pegangan jumhur atau mayoritas ulama mengatakan bahwa orang yang beri’tikaf masuk pada malam ke-21 sebelum matahari tenggelam. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ اعْتَكَفَ مَعِى فَلْيَعْتَكِفِ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ

“Barangsiapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka hendaklah ia beri’tikaf pada 10 hari terakhir.” (HR. Bukhari no. 2027).

Yang namanya sepuluh hari terakhir berarti dimulai dari malam ke-21 dari bulan Ramadhan, yaitu mulai saat tenggelam matahari pada hari ke-21.
Pendapat jumhur ini dinilai lebih kuat karena dua alasan:

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)