Wednesday, 27 September 2017

Mendikbud Tegaskan Sekolah 5 Hari Gagasannya Beda Dengan ‘Full Day’

Mendikbud Tegaskan Sekolah 5 Hari Gagasannya Beda Dengan ‘Full Day’

Jakarta, Swamedium.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap publik tidak menggunakan istilah full day school karena sekolah 5 hari yang digagasnya berbeda dengan sekolah full day yang ada saat ini.

Muhadjir mengatakan istilah full day tersebut sudah menjadi branding sekolah dengan sistem tertentu. Dia menegaskan, sekolah lima hari yang digagas Kemendikbud berbeda dengan sekolah full day yang ada saat ini.

“Sekolah selama 5 hari ini berbeda dengan full day,” ujarnya seperti dilansir jpnn.com, Rabu (14/6)

Kebijakan sekolah lima hari sepekan, tegas Muhadjir, tidak wajib. Sekolah yang belum siap menjalankannya tetap diperbolehkan menjalankan enam hari seperti biasanya.

Muhadjir mengaku telah mengundang dinas pendidikan seluruh Indonesia untuk menjelaskan teknis implementasi sekolah lima hari itu.

Dia menjelaskan, kebijakan sekolah lima hari tersebut diambil dalam rangka memenuhi tugas guru. Dalam Peraturan Pemerintah 19/2017 tentang Guru dinyatakan, beban guru dalam sepekan adalah 40 jam. Sama dengan beban PNS pada umumnya yang mencapai 39,5 jam dalam sepekan.

Selain itu, dalam ketentuan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) juga diatur, jam kerja PNS Senin sampai Jumat.

Sementara itu, setelah bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Mendikbud juga meminta maaf kepada para kyai dan pihak manapun terkait rencana menerapkan jam sekolah 8 jam sehari yang menimbulkan banyak gejolak.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir seusai menggelar road show ke kantor MUI, kemarin. Dalam pertemuan itu, dia menjelaskan penerapan sekolah lima hari dalam sepekan kepada Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.

Muhadjir berharap kehadirannya bersama pejabat Kemendikbud di MUI bisa meredakan gejolak yang muncul sebagai imbas wacana pemberlakuan kebijakan sekolah lima hari.

“Banyak masukan dan kritik yang disampaikan MUI.Termasuk kurang lancarnya sosialisasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Saya mohon maaf kepada kiai dan juga pihak mana pun,” kata dia.(maida)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)