Monday, 26 June 2017

test banner samping
test banner samping

Novel Duga Jenderal Polisi Terlibat Penyerangannya, Begini Kata Polri

Novel Duga Jenderal Polisi Terlibat Penyerangannya, Begini Kata Polri

Foto: Novel Baswedan dijenguk sepupunya, Anies Baswedan. (asmc)

Jakarta, Swamedium.com — Teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan telah menjadi sorotan media internasional. Bahkan penyidik senior KPK itu disebut sebagai penyidik perkara korupsi papan atas oleh Time.

Dilansir Time.com, Novel buka-bukaan terkait teror yang menimpanya itu. Dalam wawancara yang dilakukan di ruang perawatannya di Singapura, Novel mengatakan, selama 2 bulan penyelidikan kasusnya yang tanpa hasil, membuat dirinya mengafirmasi akan informasi terkait siapa aktor teror yang menimpa dirinya itu.

“Sebenarnya saya sudah menerima informasi bahwa seorang jenderal polisi–seorang pejabat polisi tingkat atas-telah terlibat. Awalnya, saya mengatakan informasi itu bisa saja salah. Namun kini, ketika telah 2 bulan berlalu dan kasus tersebut belum juga terpecahkan, saya katakan, perasaan terhadap informasi itu bisa saja benar,” tutur Novel kepada Time yang dikutip detik.com, Rabu (14/6) kemarin.

Dalam Wawancara itu, juga disebutkan bahwa proses penyembuhan mata Novel masih terus dilakukan. Menurut Time, saat wawancara yang dilakukan 10 Juni lalu, Novel duduk di ranjangnya dengan mata terbuka namun penglihatannya kabur.

Sementara di tempat terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengaku belum membaca wawancara Time dengan Novel itu. Pihaknya, meminta Novel agar menjelaskan informasi yang dimilikinya ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Namun, sampai saat ini Novel belum pernah diperiksa berkaitan dengan hal itu.

“Saya belum baca itu. Jadi begini, Novel itu kalau ada informasi, tolong dituangkan dalam BAP, diceritakan dalam BAP. Karena, jika tidak, percuma saja, tidak ada nilainya di mata hukum. Tidak proyustisia,” kata Setyo.

Seperti diketahui, Novel diserang pada 11 April 2017 seusai menunaikan shalat subuh di masjid dekat kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pasca penyiraman air keras itu, polisi mencari pelaku dan sempat mengamankan setidaknya empat orang.

Namun tidak ada satu pun terduga pelaku itu dapat dijerat dengan pidana lantaran polisi menyatakan mereka tidak terbukti terlibat. Polisi sampai saat ini masih melakukan penyelidikan. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *