Wednesday, 27 September 2017

OJK Luncurkan Peta Jalan Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia

OJK Luncurkan Peta Jalan Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia

Jakarta, Swamedium.com – Industri keuangan syariah Indonesia membutuhkan panduan agar segera mampu bersaing dengan industri keuangan konvensional. Panduan yang telah disiapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu Peta Jalan Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia periode 2017-2019.

“Peta jalan (roadmap) ini untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, berkeadilan, serta memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad saat peluncuran peta jalan tersebut di Jakarta yang dilansir Antaranews.com.

Dalam peta jalan tersebut, terangkum strategi dari OJK dan kalangan industri yang diantaranya adalah strategi untuk meningkatkan pangsa pasar (market share) produk keuangan syariah, menambah suplai produk, memperluas akses, meningkatkan literasi keuangan syariah, dan manfaatnya.

Peta jalan tersebut juga mengedepankan pembahasan masalah di industri keuangan syariah, seperti keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya koordinasi dengan para pemangku kepentingan serta harmonisasi di kebijakan industri jasa keuangan lainnya.

Menurut Muliaman, Peta Jalan tersebut merupakan langkah untuk menggabungkan substansi dari ketiga peta jalan yang sudah ada, yakni di bidang perbankan syariah, pasar modal syariah, dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah.

Jangka waktu peta jalan selama tiga tahun (2017-2019) adalah untuk menyelaraskan dengan jangka waktu masing-masing industri dan Rencana Induk Sektor Jasa Keuangan Indonesia.

Muliaman menekankan, selain mendorong pertumbuhan keuangan syariah, keterlibatan masyarakat secara penuh atau inklusivitas dalam keuangan syariah juga penting.

“Industri keuangan syariah harus dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan dalam skala kecil dan menengah hingga skala pembiayaan yang besar untuk menunjang pembangunan nasional,” ujar dia.

OJK mencatat hingga Maret, pangsa pasar keuangan syariah secara keseluruhan di kisaran 5%. Namun, hingga triwulan I-2017, terdapat beberapa produk syariah yang pangsa pasarnya di atas 5%, antara lain aset perbankan syariah sebesar 5,29% dari seluruh aset perbankan, sukuk negara yang mencapai 16,45% dari total surat berharga negara yang beredar.

Selain itu, lembaga pembiayaan syariah sebesar 7,27% dari total pembiayaan, lembaga jasa keuangan khusus sebesar 10,11%, dan lembaga keuangan mikro syariah sebesar 23,72%.

Produk syariah yang pangsa pasarnya masih di bawah 5%, antara lain sukuk korporasi yang beredar sebesar 3,77% dari seluruh nilai sukuk dan obligasi korporasi, nilai aktiva bersih reksa dana syariah sebesar 4,75% dari total nilai aktiva bersih reksa dana, dan asuransi syariah sebesar 3,47%.

Selain produk keuangan di atas, saham emiten dan perusahaan publik yang memenuhi kriteria sebagai saham syariah mencapai 54,89% dari kapitalisasi pasar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. (maida)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)