Monday, 26 June 2017

test banner samping
test banner samping

Pemerintah Ancam Tarik Diri dari Pembahasan RUU Pemilu

Pemerintah Ancam Tarik Diri dari Pembahasan RUU Pemilu

Foto: Pemerintah mengancam menarik diri dari pembahasan RUU Pemilu jika tidak ada titik temu. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Meski diprediksi ketuk palu DPR RI soal Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) ini tak akan melewati Hari H Lebaran, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (Wapres JK) berpendapat sebaliknya.

Menurutnya, akibat lobi-lobi yang alot yang terjadi di DPR, bisa jadi penetapan RUU Pemilu baru akan diketuk palu selepas Hari Lebaran.

“Ya habis lebaran-lah (keputusan RUU Pemilu). Biasalah politik, kan. Ini kan proses politik. Masing-masing ingin mengemukakan kepentingannya. Pasti partai-partai yang kecil ingin rendah, partai besar tidak ada soal tinggi, itu biasa,” cetus Wapres JK, Kamis (15/6) seperti dilansir Okezone.

Karena terus-menerus tertunda dan molor ketuk palunya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo sebagai wakil pemerintah, bahkan mengancam akan menarik diri jika pada Senin 19 Juni, DPR belum juga rampung menyetujui secara bersama lima poin krusial RUU Pemilu lewat mufakat.

“Kalau Senin tidak ada musyawarah di lima isu krusial, khususnya di Presidential Threshold, yang pemerintah masih bersikukuh harus 20 persen dengan berbagai argumentasi, ada dua opsi,” ungkap Tjahjo di Istana Negara, Jakarta.

“Akan dibawa ke sidang paripurna (DPR) untuk voting. Tapi voting, voting yang bagaimana? Kalau tidak, ya dengan sangat terpaksa pemerintah menolak melanjutkan pembahasannya. Kami tidak bisa memenuhi (Presidential Threshold) yang 0 persen atau 10-15 persen. Kami ingin tetap di angka 20-25 persen,” lanjutnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *