Wednesday, 26 July 2017

Yusril Sebut Pemerintah Harus Keluarkan SP3 untuk Habib Rizieq

Yusril Sebut Pemerintah Harus Keluarkan SP3 untuk Habib Rizieq

Foto: Yusril Ihza Mahendra saat buka puasa bersama di kantor DPP Partai Bulan Bintang. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pakar hukum tata negara, Prof Dr Yusril Ihza Mahendra meminta Pemerintah dalam hal ini penyidik Polda Metro Jaya segera mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) untuk kasus dugaan percakapan berkonten pornografi yang dituduhkan kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab.

“Iya bisa saja (di SP 3),” ujar Yusril kepada wartawan di kantor DPP PBB, Jakarta Selatan, Rabu (14/6) kemarin.

Yusril menegaskan bahwa Habib Rizieq tidak dapat ditangkap oleh Interpol hanya karena diduga melakukan kejahatan pornografi. Pasalnya, kasus pornografi yang dituduhkan kepada Habib Rizieq belum tentu dianggap sebagai kejahatan oleh negara-negara lain.

“Kerjanya Interpol itu kan ektradisi. Jadi orang itu hanya bisa diesktradisi apabila kejahatan di negara orang itu kejahatan juga seperti merampok disini, di Belanda juga merampok dilarang. Tapi kalau orang berzina di sini terus lari ke Belanda minta Interpol tangkap di Belanda, Belanda bilang ini bukan kejahatan di negara kami,” jelasnya.

“Jadi kalau seperti foto Habib Rizieq sama Firza minta polisi Jepang tangkap, bagi polisi Jepang (kasus semacam) ini, di negeri kami biasa begini,” imbuhnya.

Yusril juga mengatakan, pemerintah seharusnya menghormati para ulama. Jangan ada fitnah dan kriminalisasi yang ditujukan kepada para ulama. Bagaimanapun, kata Yusril, para ulama merupakan penjaga moral masyarakat.

“Tanpa peran ulama, negara ini sudah rusak dan hancur,” ujarnya.

Oleh karena itu, Yusril sekali lagi mendesak pemerintah untuk menerbitkan SP3 ketimbang pemerintah harus menanggung malu akibat kasus kriminalisasi ini.

“Jadi daripada pemerintah kehilangan muka lebih baik di SP3, kecuali kita bisa mendikte Pengadilan. Tapi sekarang ini hakim tidak mudah didikte, seperti kasus ahok,” tegasnya.

Selain untuk Habib Rizieq, Yusril juga meminta agar penyidik mengeluarkan surat SP3 kepada ulama lain, termasuk kepada Sekretaris Jenderal Forum Ulama Indonesia (FUI) Ustadz Al Khaththath yang dituduh makar.

“Pemerintah dan ulama harus sama-sama memiliki niat baik dalam menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *