Friday, 24 November 2017

Adara Kunjungi Warga Jepara yang Ukir Mimbar Masjid Al-Aqsha

Adara Kunjungi Warga Jepara yang Ukir Mimbar Masjid Al-Aqsha

Foto: Pengurus Adara Relief International bersama Eman Pramono Aristiyanto, tokoh masyarakat Jepara penghubung Adara dengan Abdul Mutholib (berdiri kedua dari kiri), Zaenal Arifin (ketiga dari kiri), Agus Santoso, Kepala Desa Tegal Sambi (keempat dari kiri), Ali Ridho (kelima dari kiri) dan Zaenal Arifin (kedua dari kanan), tiga dari lima warga Jepara yang mengukir replika mimbar Nuruddin Zanki di masjid Al-Aqsha, Palestina. (Dok. Adara)

Jepara, Swamedium.com — Dalam sebuah seminar yang membahas tentang masjid Al-Aqsha di Jakarta beberapa waktu yang lalu, salah seorang narasumber asal Palestina mengemukakan bahwa dalam proses replikasi mimbar Nuruddin Zanki dalam masjid Al-Aqsha yang dibakar Israel tahun 1969, ternyata melibatkan lima orang pengukir kayu dari Jepara, Indonesia.

Adara Relief International sebagai LSM yang peduli pada urusan Palestina langsung mencari tahu keberadaan warga Jepara yang terlibat dalam proses replikasi yang membutuhkan waktu selama empat tahun tersebut (2003-2007).

Dan pada Selasa 13 Juni 2017, Adara berhasil menemui tiga dari lima orang yang terlibat. Mereka adalah Abdul Mutholib (47), Zaenal Arifin (42) dan Ali Ridho (65), warga Desa Tegal Sambi, kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Dua yang lainnya adalah Sarmidi (53) dan Mustafid Dinul Azis (39).

“Merupakan kebahagiaan bagi kami disini menerima kehadiran pengurus Adara. Ini adalah apresiasi pertama yang kami terima dari sesama masyarakat Indonesia,” ucap haru Zaenal Arifin.

“Dalam proses pembuatan replikasi mimbar di Jordan selama lima tahun, kami ditengok oleh para wakil pemerintahan negara-negara yang terlibat dalam proses. Ada dari Turki, Jordan dan Aljazair. Kami selalu ditanya oleh teman-teman dari dua negara itu dengan pertanyaan yang tidak bisa kami jawab, mana wakil pemerintah Indonesia?,” kisah bapak tiga anak ini mewakili dua rekannya.

Abdul Mutholib adalah pengukir yang berkesempatan memasang potongan-potongan ukiran langsung di Masjid Al-Aqsha. Selama sepuluh hari, bapak dua anak ini tinggal di lingkungan masjid ketiga yang dianjurkan Nabi Muhammad untuk menjadi salah satu tempat yang harus dikunjungi setelah masjid Al-Haram di Mekah dan masjid Nabawi di Madinah.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)