Thursday, 23 November 2017

Amatirisme Kepolisian

Amatirisme Kepolisian

Foto: Ilustrasi Gedung Polda Metro Jaya. (ist)

Oleh: Hazairin Pohan*

Jakarta, Swamedium.com — Mencintai negeri ini wajib bagi siapa saja yang mengaku warganegara maupun para tamu yang bekerja, tinggal untuk sementara maupun yang berniat akan menetap. Kalau tamu dan penumpang ingin bertahan tentulah mereka berupaya menemukan hal-hal yang membuat mereka dan keluarga betah tinggal di negeri ini.

Jika pada tingkat rakyat dan warganegara itu —di manapun Anda berada di negeri-negeri di belahan bumi ini—kepatuhan terhadap tata kehidupan dan hukum dan kebiasaan itu menjadi keniscayaan, maka tentulah kewajiban ini lebih kental harus melekat bagi penyelenggara negara.

Karena itu saya merasa masygul, sedih, dan pilu mengikuti komunikasi Polri dengan Interpol, badan kerjasama kepolisian internasional yang berpusat di Lyon, Perancis, yang cenderung asal-asalan dan tak tampak profesionalisme sedang dipraktikkan dalam kasus ini.

Bagi saya, berurusan dengan Interpol bukan hal baru, baik dalam status sebagai ketua delegasi RI dalam perundingan-perundingan kerjasama bilateral untuk penanganan terorisme dan berbagai kejahatan terorganisir, maupun ketika menangani agenda item tentang kegiatan Interpol dalam kaitan dengan PBB di New York, serta memiliki kenalan dari kalangan Polri yang bekerja di unit yang menangani kerjasama dengan Interpol.

Apa saja keganjilan yang saya temui?

Pertama, penjelasan Polri bahwa permintaan “Red Notice” untuk memberikan status ‘arrest-warrant’ kepada seorang WNI dan kerjasama internasional untuk mendeportasikan kembali Ybs ke tanah air itu tampak tidak profesional, bahkan emosional. Bisakah negeri ini diurus dengan cara-cara seperti ini? Tidakkah kelas komunikasi internasional ini bermutu sangat rendah dan merendahkan institusi negara di mata internasional? Apakah pengembalian request kita untuk “Red Notice” oleh Interpol karena memang Polri kita tidak memahami cara kerja lembaga kepolisian internasional yang tentu sangat ketat dalam pembuatan kriteria tentang tindakan apa yang bisa dikualifikasikan ke dalam kategori kasus-kasus yang ditangani oleh Interpol?

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)