Sunday, 24 September 2017

IPW: Tangkap dan Seret ke Pengadilan Jenderal Polisi yang Teror Novel

IPW: Tangkap dan Seret ke Pengadilan Jenderal Polisi yang Teror Novel

Foto: Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane menyampaikan, pengakuan Novel Baswedan bahwa ada Jenderal Polisi terlibat dalam kasus teror penyiraman air keras terhadap dirinya menjadi sebuah skandal yang mengejutkan.

Menurut dia, kasus teror itu harus segera dibongkar dan jenderal tersebut ditangkap serta diseret ke pengadilan.

Karena itu, IPW mendesak segera dibentuk tim khusus untuk membongkar kasus ini agar terang benderang. Menurut Pane, publik tidak bisa lagi hanya berharap pada Polda Metro Jaya untuk menuntaskan kasus ini.

“Sebab sudah tiga bulan Polda Metro Jaya menangani kasus ini tapi tak terlihat tanda tanda kasus ini akan terang benderang. Sepertinya Kapolda Metro Jaya tak mampu bekerja profesional menuntaskannya,” kata Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (16/6).

IPW juga berpendapat, bahwa pengakuan Novel itu sekaligus menjadi babak baru dalam penyelidikan kasus teror penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK tersebut.

“Untuk itu kasus ini perlu dituntaskan agar tudingan novel ini tidak menjadi spekulasi dan bola liar. Sepintas publik bisa membenarkan tudingan Novel,” ucap Pane.

Pane menilai, ada dua indikasi yang bisa membuat publik mempercayai tudingan Novel. Pertama, selama ini publik tahu persis permusuhan antara oknum polisi tertentu dengan Novel. Kedua, publik melihat selama ini Polda Metro Jaya tak mampu mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap novel.

“Dari kedua indikasi ini seolah bisa menjadi pembenaran terhadap tudingan Novel,” ujar Pane.

Untuk itu, kata Pane, kasus penyiraman air keras terhadap Novel harus segera dituntaskan Polri. Kapolri jangan lagi berharap pada Polda Metro Jaya untuk menuntaskannya. Sebab, lanjut Pane, Polda Metro Jaya sudah tidak mampu dan Mabes Polri harus segera mengambil alih kasus ini.

“Sebab ini menyangkut wibawa dan kredibilitas profesionalisme Polri secara keseluruhan, apalagi dengan adanya pengakuan Novel bahwa ada Jenderal Polisi yang terlibat,” terang Pane.

Dia juga mengimbau, dengan tudingan Novel itu, Komisi III DPR harus memanggil Kapolri dan Kapolda Metro serta Novel untuk mengklarifikasi hal tersebut.

“Jika tudingan Novel itu benar ada keterlibatan oknum jenderal, itu tidak bisa dibiarkan. Kejahatannya harus diungkap tuntas. Sebab ini sebuah kejahatan besar. Sebaliknya jika tudingan Novel tidak benar, maka penyidik KPK itu bisa diproses secara hukum dengan tuduhan mencemarkan nama baik kepolisian,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)