Sunday, 24 September 2017

Komnas HAM: Ada Amarah yang Dipendam Masyakarat terhadap Pemerintah

Komnas HAM: Ada Amarah yang Dipendam Masyakarat terhadap Pemerintah

Foto: komisioner Komnas HAM antara lain Manajer Nasution, Siane Indriyani dan Ansori Sinungan. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan beberapa hasil investigasi di lapangan terkait dugaan kriminalisasi ulama dan aktifis. Dari investigasi tersebut didapati adanya pelanggaran HAM dan abuse of power oleh pemerintah.

“Komnas ham telah bertemu dan menyampaikan ke kementerian kementerian terkait seperti ke kementerian politik hukum dan ham serta kementerian pertahanan, untuk menyampaikan indikasi adanya pelanggaran hak asasi kemanusiaan terhadap duapuluh nama (ulama dan aktivis) terkait),” kata Komisioner Komnas HAM Bidang Sub Pemantau dan Penyelidikan Siane Indriani, di kantor Komnas HA, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/6).

Menurutnya, Wwlaupun banyak yang memandang sebelah mata kinerja Komnas HAM dalam menyelesaikan kasus-kasus mengenai pelanggaran HAM namun ia bersikeras akan tetap menjembatani pihak-pihak terkait.

“Kami tetap mendesak adanya dialog dan juga telah mewanti wanti pemerintah supaya aspirasi kami tersampaikan. Karena komnas ham menilai ada ketidakadilan dan ada suatu perasaan marah yang makin lama makin mengkhawatirkan di bawah,” urai Siane.

Ia juga menegaskan, jika pemerintah tidak mau menanggapi apa yang sudah dilakukan Komnas HAM, maka pihaknya tidak akan bertanggung jawab jika ke depannya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bersama.

“Jika komnas ham sudah tidak lagi di dengar, ya sudah, kita tidak bisa berbuat apa apa lagi, dan tidak bisa prediksi ke depannya akan seperti apa jadinya,” ungkap Siane.

Beberapa temuan Komnas HAM terkait hasil penyelidikan di lapangannya antara lain sejumlah nama ulama dan tokoh seperti Ustadz Al Khaththath yang sedang sakit tidak bisa dijenguk, Ahmad Dhani yang ditangkap dan diborgol di rumahnya di hadapan anak perempuan yang berusia 4 tahun, Rahmawati Soekarnoputri yang ditangkap saat sedang sakit dan rumahnya digeledah oleh kepolisian dengan menerjunkan 200 orang personel kepolisian. (Jok)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)